Pendeta dan Politik

by Paulus M. Tangke

Pertanyaan klasik yang tidak pernah usang: Apakah Pendeta boleh berpolitik praktis, menjadi anggota legislatif (DPR/DPRD), eksekutif (PRESIDEN/ MENTERI/GUBERNUR/WALIKOTA/BUPATI) atau KPU/KPUD/PANWASLU/KPPS, dll?

Secara teologis, pendeta adalah pengemban amanat agung memberitakan Injil dan menggembalakan jemaat. Pemberitaan injil tidak hanya di Yerusalem, tetapi sampai ke ujung dunia. Secara sosiologis, pendeta adalah salah satu tokoh masyarakat. Pendeta tidak hanya menyampaikan injil di gedung gereja, tetapi juga di segala gedung, termasuk di gedung partai politik, di gedung perwakilan rakyat, dan dimana saja, sejauh yang dapat dijangkau.

Pandangan bahwa politik itu kotor, perlu diluruskan dalam pemahaman umat. Politik itu netral, hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan. Politik dari kata polis berarti negara/kota, polites (warga negara), politikos (kewarganegaraan, civics), politiketechne (kemahiran berpolitik), dan politike episteme (ilmu politik). Politik adalah seni kemungkinan dalam mengatur warga kota/Negara. Jadi, alat itu (politik) memang bisa kotor jika pemakainya (orang yang berpolitik) menggunakannya dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan Injil. Ibaratnya, politik itu seperti alat pisau bedah di tangan dokter bedah. Pisau itu justru bisa mengeluarkan penyakit dan menyelamatkan seseorang. Sebaliknya, pisau itu dapat digunakan mengancam, menodong, bahkan membunuh bila berada ditangan penjahat. Kita menginginkan pisau itu berada ditangan siapa? Renungkanlah!

Ada juga yang berpandangan bahwa dunia politik dan DPR/DPRD itu penuh dengan kegelapan (keserakahan, korupsi, kolusi). Apabila kita memandang bahwa politik praktis dan DPR/DPRD itu kegelapan, maka seharusnya kita membawa terang ke sana. Sebatang lilin hanya berguna apabila ditempatkan di tempat gelap, bukan ditempat terang. Apakah terang lilin dapat kita saksikan di siang hari, ditempat terbuka sementara sinar matahari begitu terik? Tempatkanlah lilin itu di tempat gelap supaya cahayanya menerangi, semakin gelap tempat itu, semakin berharga terang sang lilin.

Seringkali kita meng-apatiskan dan meng-alienasi pendeta dari partai politik. Apalagi bila ada yang merasa terancam posisi politiknya bila pendeta juga masuk politik. Kita harus mengetahui apa itu partai politik, tidak serta merta memandangnya secara negatif.

Partai Politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Partai Politik merupakan sarana partisipasi politik masyarakat dalam mengembangkan kehidupan demokrasi untuk menjunjung tinggi kebebasan yang bertanggung jawab. Kita sering menyerukan demokrasi, dan partai politiklah tempat kita mengembangkan sikap demokrasi itu. Kita sering berteriak: “kebebasan beribadah”, dan melalui partai politiklah kita bisa menyalurkan itu secara bertanggungjawab. Secara bertanggungjawab disini diartikan sesuai mekanisme atau aturan yang ada.

Salah satu tugas warga negara yang baik adalah melakukan pendidikan politik. Pendidikan politik adalah proses pembelajaran dan pemahaman tentang hak, kewajiban, dan tanggung jawab setiap warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bagaimana kita mau memperjuangkan hak kita, jikalau kita sendiri tidak mengetahui apa yang menjadi hak kita? Melalui partai politik, kita mengetahui apa saja hak kita dan berani memperjuangkannya secara legal. Apabila diperhatikan tujuan dan fungsi partai politik, maka kita tidak akan “negative thinking” terhadap pendeta yang berpolitik praktis. Tujuan partai politik, Pasal 10 UU No. 2 Tahun 2008, yaitu: mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; menjaga dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia; mengembangkan kehidupan demokrasi berdasarkan Pancasila dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Tugas khususnya adalah meningkatkan partisipasi politik anggota dan masyarakat dalam rangka penyelenggaraan kegiatan politik dan pemerintahan; memperjuangkan cita-cita Partai Politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara; dan membangun etika dan budaya politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Tujuan Partai Politik ini diwujudkan secara konstitusional atau sesuai aturan. Adapun fungsi Partai Politik adalah berfungsi sebagai sarana pendidikan politik bagi anggota dan masyarakat luas agar menjadi warga negara Indonesia yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara; penciptaan iklim yang kondusif bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia untuk kesejahteraan masyarakat; penyerap, penghimpun, dan penyalur aspirasi politik masyarakat dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan negara; partisipasi politik warga negara Indonesia; dan rekrutmen politik dalam proses pengisian jabatan politik melalui mekanisme demokrasi dengan memperhatikan kesetaraan dan keadilan gender. Fungsi Partai Politik diwujudkan secara konstitusional atau sesuai aturan yang berlaku. Sebagai negara yang menganut sistem perwakilan, maka kita perlu mendukung siapapun yang bisa mengabarkan injil melalui sistem partai politik dan DPR/DPRD.

Apabila kita mempercayai pendeta, maka kita (anggota jemaat biasa) harus berbesar hati memberi kesempatan kepada pendeta untuk menyatakan karya Allah melalui politik. Ingatlah, tidak semua orang masuk partai politik atau DPR/DPRD karena faktor kekuasaan atau uang. Ada juga yang masuk partai politik dan menjadi anggota DPR/DPRD karena faktor pelayanan. Pelayanan kepada Allah dan sesama manusia. Pelayanan secara cerdik dan konstitusional. Dunia politik membutuhkan kebenaran. Bagaimana kebenaran itu dinyatakan bila tidak ada yang menyampaikannya? Dunia politik tidak bisa dipisahkan, dikotomi, dari dunia gerejawi. Kita harus mengakui bahwa dunia politik juga adalah medan pelayanan, sebagaimana diakui oleh Gereja Toraja. Bila kita sepakat dengan Gereja Toraja, maka gak keberatanlah jika pendeta turut memimpin pelayanan di medan itu? Mungkin kita masih bertanya: “Mengapa pendeta, khan masih ada warga gereja lain?” Sebaiknya kita bertanya: “Mengapa kita tidak mendorong para pendeta berkharisma/talenta politik melayani dibidang politik?”. Pdt. W.J.Rumambi telah membuktikan peran politiknya di parlemen yang mempertahankan NKRI, dan membuktikan kecerdasan serta integritas moral yang tinggi.

(Akhir kata…) Saya kenal seorang pendeta yang pernah menjadi anggota DPRD. Dia masih hidup dan saya sering bertemu sambil diskusi tentang peran politik bagi penegakan hak umat Kristen. Ketika ia masih anggota DPRD, ada proses pencalonan kepala daerah (bupati) dan ia ditawari uang ratusan juta. Pendeta itu tidak mengambil uang “haram” itu karena satu pertimbangan: “saya ini pendeta!”. (Kejujuran dan tidak terima suap adalah bagian dari pemberitaan Injil). Mari, kita doakan agar pendeta turut mengusahakan kesejahteraan kota/negara (Yer.29:7), termasuk turut berkuasa/mengatur, dalam menjalankan tugas strategis gembala yang membawa kesejahteraan bagi umat (Mz.23). Tuhan Memberkati.

About these ads

5 Tanggapan

  1. Terima kasih atas tulisan yang dibuat ini, tulisan ini telah menjawab pertanyaan yang selama ini masih membuat saya belum puas atas jawaban-jawaban dari berbagai sumber (pendeta).Akhirnya saya memahami dan mengerti bahwa politik itu indah, tidak seperti yang saya pikirkan selama ini, apalagi kalau pendeta ikut ke kancah politik yang membuat saya jadi agak gak suka…tapi skarang siapaun pendeta yang ingin berpolitik saya dukung 100% semoga semakin banyak hamba Tuhan yang menyuarakan suara kenabiannya di kancah politik…..

  2. kucoba aja dulu

  3. Saya pikir dasar hukum dan undang2nya jelas, ayat referensinya pas, kita tetap berjuang untuk menerangi dimanapun Tuhan menempatan kita

  4. semoga benar2 membawa terang dlm situasi yg gelap. Syalom

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s