Peraturan Khusus Gereja Toraja tentang Jaminan Hidup Pendeta dan Pegawai Gereja Toraja

Sosialisasi Peraturan Khusus Gereja Toraja tentang Jaminan Hidup Pendeta dan Penggajian Pegawai Gereja Toraja

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan Pekerja Klasis Makassar berdasarkan Keputusan Sidang Klasis Makassar dan Rapat Kerja Klasis Makassar, tahun 2012 (Program Induk Pengembangan Teologi dan Kegerejaan, 2.1.2 dan 2.1.5), tentang (1) Penjemaatan Buku Peraturan-peraturan Khusus Gereja Toraja (P2K-GT) khususnya tentang hakikat Pendeta dan Pegawai dalam jemaat, dan (2) Pembekalan tenaga Pembina Pelayan (Majelis Jemaat) dan pegawai jemaat. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus BPKM, para Pendeta se-Klasis Makassar, para Majelis Jemaat se-Klasis Makassar yang bertanggungjawab atas pengaturan Jaminan Hidup Pendeta, Penggajian Pegawai, dan Pembinaan Warga Jemaat, serta diikuti Yayasan YPKT dan YKGT. Fasilitator dari BPS Gereja Toraja (Pdt. Soleman Allolinggi), BPKM (Pdt. PM Tangke) dan Dirjen Pajak Sulsel.

 Adapun tujuan penjemaatan dan pembekalan ini, yaitu:

  1. Peserta memahami hakikat Peraturan-peraturan Khusus Gereja Toraja (PPKGT)
  2. Peserta dapat membedakan hakikat pendeta dengan hakikat pegawai Gereja Toraja
  3. Peserta memahami hal-hal yang berhubungan dengan nafkah/jaminan hidup Pendeta dan penggajian pegawai jemaat
  4. Peserta memahami peraturan Gereja Toraja yang berbeda dengan peraturan lain/pns.
  5. Peserta memahami tanggung jawab sebagai warga Negara
  6. Peserta terbekali untuk membina pegawai dan warga gereja
  7. Peserta dapat membina warga jemaat dalam hal perpajakan sebagai tanggung jawab warga Negara yang baik.

(Ringkasan Materi)

A. Pendeta Gereja Toraja

Eksistensi Pendeta Gereja Toraja diatur dalam:

1.    Tata Gereja-Gereja Toraja (Pasal 31-35)

2.    Peraturan-peraturan Khusus Gereja Toraja:

- Peraturan Jaminan Hidup Pendeta

- Santunan Pensiunan Gereja Toraja

Hakikat/Pengertian (Lihat Halaman 55 PPKGT):

1.         Pendeta adalah pendeta Gereja Toraja, sebagaimana yang diatur di dalam Tata Gereja Toraja. (Pasal  30:2 TGGT: Pendeta adalah seorang hamba Tuhan  yg telah menyelesaikan pendidikan teologi minimal S-1, menyelesaikan pendidikan kependetaan khusus Gereja Toraja, telah melaksanakan tugas proponen, dan telah diurapi sebagai pendeta  Gereja Toraja.

2.         Hakikat pendeta adalah orang yang dipanggil oleh Tuhan untuk diurapi melaksanakan tugas pelayanan, sebagaimana diatur dalam TGGT, karena itu ia tidak dapat disamakan dengan pegawai.

3.         Pendeta sebagai hamba Tuhan melaksanakan tugas panggilannya dengan menyerahkan seluruh hidupnya untuk pelayanan dalam Gereja Toraja.

4.         Hubungan Pendeta dengan Jemaat bukanlah sebagai pekerja dan pemberi kerja. Pendeta dan jemaat seiring memberitakan firman Tuhan, melaksanakan penggembalaan, menjaga ajaran gereja, memerintah anggota jemaat dan memperlengkapi anggota jemaat.

5.         Pendeta jemaat adalah pendeta yang dipanggil oleh satu atau beberapa jemaat untuk diteguhkan/diurapi sebagai pelayan dalam jemaat tersebut dalam kurun waktu tertentu (Lih. Pasal 31:1 TGGT).

Tugas diatur dalam Tata Gereja Toraja

Pasal 46:1 (sebagai Ketua BPMJ) menjadi pelaksana keputusan sidang mj/klasis/sinode, dan sekaligus sbg pimpinanan harian jemaat.

Pasal 46:9 (sebagai Ketua BPMJ) Ketua bpmj, bagi jemaat yg sudah mempunyai pendeta jemaat, adalah Pendeta Jemaat.

Pasal 3:3 TRT-TGGT

a.         Melayani pemberitaan Firman Tuhan.

b.         Melayani sakramen.

c.         Melaksanakan katekisasi.

d.         Meneguhkan sidi.

e.         Meneguhkan pejabat pejabat khusus dan mengutus pengurus pelayanan kategorial.

f.          Melaksanakan peneguhan dan pemberkatan nikah ang-gota-anggota jemaat.

g.         Memperhatikan dan menjaga ajaran yang berkembang dalam jemaat, agar sesuai dengan Firman Allah dan Pengakuan Iman Gereja Toraja.

h.         Bersama sama dengan penatua dan diaken memeli-hara, melayani, memerintah, menggembalakan dan memberdayakan anggota jemaat berdasarkan Firman Tuhan serta menjalankan disiplin gerejawi.

i.          Memberitakan Injil ke dalam dan ke luar jemaat.

j.          Melaksanakan penggembalaan terutama penggembala-an khusus.

k.         Mengunjungi anggota jemaat.

l.          Memegang teguh rahasia jabatan.

Pelayanan Organisasi (sebagai Ketua BPMJ)

1)         Pelayanan harian sebagai ketua badan pekerja majelis jemaat, Pelayanan sebagai pimpinan harian jemaat, Pelayanan penataan.

Jam Pelayanan

Pendeta sebagai hamba Tuhan melaksanakan tugas panggilannya dengan menyerahkan seluruh hidupnya untuk pelayanan dalam Gereja Toraja.

Status Pendeta

Gereja Toraja mengenal status pendeta sebagai berikut (Pasal 30 TGGT):

a.         Pendeta Jemaat

b.         Pendeta Tugas Khusus

c.         Pendeta Pelayanan Umum*

d.         Pendeta Emeritus

Status pendeta Gereja Toraja bukan sebagai Pegawai Gereja.

*dihapus di SMS 2011.

PENERIMAAN/REKRUTMEN TENAGA (HLM. 131-136 PPKGT)

I. Rekrutmen Calon

1. BPS umumkan penerimaan

2. Calon (tamatan teologi) melamar

3. ITGT a.n BPS seleksi berkas

4. Ujian tertulis

5. Ujian Interviu/wawancara

II. Pendidikan Kependetaan

1. Tahap I, Pendidikan 3 bulan

2. Tahap II, Pendidikan 2 bulan (setelah praktek di jemaat 7 bln)

3. Tahap III, pendidikan 1 bulan

(ada ujian lagi br siap jd Calon Pdt)

III. Masa Proponen

BPS tempatkan di jemaat selama 1 tahun, lalu kembali masuk pendidikan kependetaan tahap II. Masa terlama proponent adalah 4 tahun, jika belum diurapi akan diberhentikan.

IV. Tahap Pemanggilan

1. BPS ajukan Calon Pdt ke jemaat

2. Jika jemaat memanggil, maka dilakukan pemeriksaan ajaran dan perihidup calon pendeta.

3. jika pemeriksaan dianggap layak oleh Tim, maka pengurapan dapat dilaksanakan setelah diumumkan 2 hari minggu.

===========

Catatan:

*biaya Pendidikan Kependetaan ditanggung oleh proponen dan pihak lain/donator.

*Calon Pendeta adalah proponen yg telah melewati tahap I-III (masa pelayanan baru diperhitungkan, selama proponen tidak berlaku masa pelayanan/golongan/ruang).

*Raker GT 2012 proses proponen adalah masuk pendidikan kependetaan, kemudian ditempatkan di jemaat perkotaan sbg masa belajar sekitar 6 bulan, lalu masuk lagi pendidikan kependetaan, selanjutnya ditempatkan di jemaat pedesaan.

Penghitungan Masa Pelayanan

Terhitung sejak ditetapkan sebagai calon pendeta (masa proponen tidak dihitung).

Hak (Pasal 1:2-3 PPKGT, hlm. 55)

Hak adalah hal yang patut diterima sesuai status, kedudukan dan pelaksanaan penugasan. Hak yang patut diterima sebagai Pendeta atau sebagai Pegawai Gereja Toraja adalah hak sebagaimana yang diatur di dalam Tata Gereja-Gereja Toraja dan/atau Peraturan Kepegawaian Gereja Toraja.

Dasar Pemberian Jaminan hidup Pdt dan Gaji Pegawai

1. Dasar Alkitab

  • Ø 1 Korintus 9:13-14: Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu? Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu; Menerima upah adalah hak pemberita Injil (ay. 15, 17); Memberitakan Injil adalah keharusan dan menerima upah pemberitaan Injil bukanlah keharusan (ay.16).
  • Ø Imamat  19:13 Janganlah engkau memeras sesamamu manusia dan janganlah engkau merampas; janganlah kautahan upah seorang pekerja harian sampai besok harinya.
  • Ø Bilangan  18:31 kamu boleh memakannya di setiap tempat, kamu dan seisi rumahmu, sebab upahmulah itu, untuk membalas pekerjaanmu di Kemah Pertemuan.
  • Ø Matius  10:10 Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
  • Ø Roma  4:4 Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.
  • Ø I Timotius  5:18 Bukankah Kitab Suci berkata: “Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik,” dan lagi “seorang pekerja patut mendapat upahnya.”

2. Keputusan Sidang Sinode Am

3. Tata Gereja-Gereja Toraja

3. Dasar Peraturan Khusus Gereja Toraja

4. Rujukan/Referensi: UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan/UU PNS

Jaminan Hidup Pendeta (Bab II Peraturan Khusus GT)

Jenis (Pasal 3)

1. Nafkah Pokok (berdasarkan golongan/ruang dan masa pelayanan, acuan tabel PNS; acuan berarti  rujukan; referensi; pola dasar penafsiran yg ditetapkan terlebih dahulu, KBBI)

2. Tunjangan Tetap

1) Tunjangan kependetaan/fungsional (ditetapkan BPS-GT, setiap 2 tahun ditinjau)

2) Tunjangan istri/suami (10% dari nafkah pokok)

3) Tunjangan anak (2,5 % dari nafkah pokok)

4) Tunjangan pangan (dana = 10 kg/orang)

5) Tunjangan perumahan (Jemaat/Badan/Lembaga dilengkapi dgn standar yg layak)+

6) Tunjangan transport (sesuai kemampuan Jemaat/badan/Lembaga)+

3. Tunjangan Kesejahteraan

1) Tunjangan Jabatan/structural (ditetapkan Jemaat/Badan/Lembaga: info di Jkt 2jt?)

2) Tunjangan Buku (sesuai kemampuan Jemaat/Badan/Lembaga)

3) Tunjangan air (sesuai kemampuan Jemaat/Badan/Lembaga)

4) listrik (sesuai kemampuan Jemaat/Badan/Lembaga)

5) telepon (sesuai kemampuan Jemaat/Badan/Lembaga)

6) THR Natal (Nafkah Pokok ditambah semua tunjangan yang diterima setiap bulan).

7) Pengobatan (didasarkan pada biaya yang dikeluarkan; Penjelasan TGGT  “sepenuhnya atau sesuai kemampuan jemaat/badan/lembaga”, hlm 115 TGGT).

8) mutasi (biaya angkutan orang dan barang)

9) perjalanan dinas (ditetapkan Jemaat/Badan/Lembaga)

10) Santunan Hari Tua (10% NP-BKGT)

11) Santunan Duka (minimal  3x Jaminan Hidup)

12) Tunjangan khusus daerah terpencil (dibayar BPS-GT).

Tambahan di jemaat/kebijakan intern Majelis Jemaat:

  • Kotak perumahan Pdt Jemaat
  • Bantuan Perumahan Pdt
  • Biaya Cuti Pdt (1x NH/bulan, Kaltim-Jawa)
  • Purna Bhakti Jemaat (Biringkanaya Makassar, dll)
  • Tunjangan Kemahalan (Kaltim)

Gaji Ketigabelas (Pasal 13)

Bulan Desember, sebagai THR, jumlahnya sama dengan Nafkah Pokok ditambah semua tunjangan yang diterima setiap bulan

Biaya Pengobatan dan Perawatan (Pasal 14)

1.         Jemaat/badan/lembaga membayar biaya pengobatan untuk pendeta, istri/suami, dan anak.

2.         Pembayaran biaya pengobatan dan perawatan didasarkan pada biaya yang dikeluarkan (dokter, obat, operasi, rontgen, laboratorium, perawatan puskesmas/rumah sakit, gigi, mata dll).

3.         Biaya Pengobatan ditetapkan pertahun dalam anggaran pendapatan dan belanja yang besarnya minimal tiga (3) bulan jaminan hidup pendeta dalam satu tahun.

4.         Jika biaya perawatan telah habis sesuai anggaran, sementara pendeta dan atau keluarganya masih sedang dalam perawatan, maka jemaat/badan/lembaga dapat mempertimbangkan kemungkinan lain dalam member bantuan biaya perawatan.

Santunan Duka (Pasal 17)

Keluarga pendeta berhak atas santunan duka apabila pendeta meninggal dunia, sebesar sekurang-kurangnya tiga kali jaminan hidup (nafkah pokok, tunjngan tetap, dan tunjangan kesejahteraan yang diterima setiap bulan).

Santunan Hari Tua/Iuran BKGT (10% dari Nafkah Pokok-lih. Bab IV pasal 38 Peraturan Khusus GT dan Penjelasan Pasal 31: 14g TGT; setiap Jemaat wajib membayar Iuran BKGT sebesar 10%)

Batas Usia (Emeritus)/Masa Jabatan

Masa jabatan pendeta berlangsung selama masih hidup sejauh tidak digugurkan/ditanggalkan oleh Badan Pekerja Majelis Sinode (Pasal 31:5 TGGT) atas nama Keputusan Sidang Sinode.

Pendeta Emeritus adalah pendeta yang tidak lagi terikat secara formal oleh tugas kependetaan dan jabatan struktural dalam suatu jemaat. Status emeritus diberikan kepada pendeta yang telah berusia 60 (enam puluh) tahun (Pasal 34 TGGT)

B. Pegawai Gereja Toraja

Keberadaan Pegawai Gereja Toraja diatur dalam Peraturan-peraturan  Khusus Gereja Toraja:

-           Peraturan Kepegawaian Gereja Toraja

-           Penggajian Pegawai

-           Santunan Pensiunan Gereja Toraja

Hakikat/Pengertian (Pasal 1-3)

Pegawai adalah Pegawai Tetap Gereja Toraja, sebagaimana yang dimaksud di dalam Peraturan Kepegawaian Gereja Toraja.

-           Pegawai adalah orang yang diangkat berdasarkan SK Badan/Lembaga untuk bekerja dan melayani di dalam lingkup Gereja Toraja (lih. Peraturan Kepegawaian GT)

-           Pegawai Tetap adalah pegawai yg diangkat dan diberhentikan berdasarkan SK BPS/Badan/Lembaga dan diberikan gaji oleh Badan/lembaga di mana pegawai bekerja, melayani/mengabdi, dgn penuh kesetiaan/ketulusan/dan tangggung jawab secara penuh waktu.

-           Pegawai tidak tetap adalah pegawai yg diangkat dan diberhentikan oleh badan/lembaga dan mendapat honorarium dari badan/lembaga yg mempekerjakannya sbg imbalan/penghargaan atas jasa dalam pekerjaan/pelayanan.

Tugas Pegawai Gereja

Sesuai kebutuhan badan/lembaga, diatur oleh badan/lembaga tempat bertugas pegawai.

Jam Pelayanan/Kerja

a. 40 jam kerja/minggu untuk pegawai administrasi & teknis

b. 24 jam tatap muka untuk guru

c. 12 sks bagi dosen

d. atau sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi PNS.

Status Pegawai Gereja

1. Pegawai Tetap (sk Badan/Lembaga yg mengangkat/berhentikan, penuh waktu).

2. Pegawai Tidak Tetap (ada honorarium, UMRegional)

a. pegawai honorer

b. pegawai harian

c. pegawai khusus (perbantuan tenaga)

PENERIMAAN & PENGANGKATAN

Bab III: Penerimaan & Pengangkatan

1. didasarkan pada kebutuhan

2. seleksi administrasi, kompetensi, fisik, sikap mental dan moral.

3. formasi lowongan diumumkan ke warga gereja, paling lambat 15 hari sebelum tanggal penerimaan.

4. syarat:

a. tunduk dan taat kpd tata gereja toraja

b. usia min 18 thn, maks 36 thn

c. mempunyai pendidikan, kecakapan, keahlian, dan keterampilan yg dibutuhkan.

d. menyerahkan kelengkapan administrasi

*Prosedur dan teknis seleksi pegawai ditetapkan oleh badan/lembaga (jika di jemaat oleh BPMJ).

Pasal 6: pengangkatan

1. calon yang lulus seleksi diangkat sbg Calon Pegawai Tetap, di SK-kan oleh Badan/lembaga.

2. Golongan/ruang/masa kerja  mulai berlaku (80% dari gaji pokok Pegawai Tetap)

3. Status sbg Calon Pegawai Tetap min 1 thn & Maksimal 2 tahun.

4. jika layak, diangkat sbg pegawai tetap (100% gaji pokok & tunjangan).

Penghitungan Masa Kerja

Terhitung sejak diangkat sebagai calon pegawai tetap.

Hak (Pasal 1:2-3 PPKGT, hlm. 55)

Hak adalah hal yang patut diterima sesuai status, kedudukan dan pelaksanaan penugasan. Hak yang patut diterima sebagai Pendeta atau sebagai Pegawai Gereja Toraja adalah hak sebagaimana yang diatur di dalam Tata Gereja-Gereja Toraja dan/atau Peraturan Kepegawaian Gereja Toraja.

Dasar Penggajian Pegawai Gereja

1. Dasar Alkitab

  • Ø Imamat  19:13 Janganlah engkau memeras sesamamu manusia dan janganlah engkau merampas; janganlah kau tahan upah seorang pekerja harian sampai besok harinya.
  • Ø Bilangan  18:31 kamu boleh memakannya di setiap tempat, kamu dan seisi rumahmu, sebab upahmulah itu, untuk membalas pekerjaanmu di Kemah Pertemuan.
  • Ø Roma  4:4 Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.
  • Ø I Timotius  5:18 Bukankah Kitab Suci berkata: “Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik,” dan lagi “seorang pekerja patut mendapat upahnya.”

2. Keputusan Sidang Sinode Am

3. Tata Gereja-Gereja Toraja

3. Dasar Peraturan Khusus Gereja Toraja

4. Rujukan/Referensi: UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan/UU PNS

 

Penggajian Pegawai (Bab III Peraturan Khusus)

Jenis Penggajian (Pasal 20-32)

  1. Gaji Pokok (Gaji pokok berdasarkan pangkat, golongan/ruang gaji dan masa kerja, tabel mengacu PNS)
  2. Tunjangan Istri/suami (10% Gaji Pokok)
  3. Tunjangan anak (2,5% GP)
  4. Tunjangan pangan (10kg/org)
  5. Tunjangan structural (Jika ada)
  6. Tunjangan fungsional (Jika ada)
  7. Tunjangan Prestasi dan Pengembangan Diri
  8. Santunan hari tua
  9. Biaya Pengobatan
  10. Biaya kecelakaan kerja
  11. Gaji Ketigabelas (THR, gaji pokok + semua tunjangan yg diterima setiap bulan).
  12. Tunjangan lembur/kelebihan jam kerja
  13. Santunan Duka
  14. Penghargaan prestasi/bonus kerja
  15. Tunjangan pakaian dinas
  16. Cindramata

Gaji Ketigabelas (Pasal 30)

Bulan Desember, sebagai THR, jumlahnya sama dengan Gaji Pokok ditambah semua tunjangan yang diterima setiap bulan

Biaya Pengobatan (Pasal 28)

Bantuan biaya perawatan/pengobatan diberikan kepada pegawai tetap, istri/suami dan anaknya yang sakit, dengan ketentuan:

(1)        Jika pegawai tetap, istri/suami atau anak yang sakit dirawat di rumah sakit, maka tempat perawatan bagi pegawai tetap dalam golongan I/II di kelas III, golongan III kelas II dan golongan IV dikelas I.

(2)        Besarnya bantuan perawatan/pengobatan diberikan maksimal 3 (tiga) bulan gaji dalam satu tahun.

Biaya Kecelakaan Kerja (Pasal 29)

(1)        Seluruh biaya perawatan/pengobatan Pegawai tetap yang mengalami kecelakaan pada saat menjalankan tugas rutin, khusus dan tugas perjalanan dinas, ditanggung oleh badan/lembaga yang mempekerjakannya.

(2)        Apabila pegawai yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini meninggal dunia, biaya pemakaman ditanggung oleh badan/lembaga yang besar dan jumlahnya maksimal tiga kali gaji pokok. Santunan bagi istri/suami dan anak yang besarnya diatur dalam Bab IV peraturan ini.

Santunan Duka (Pasal 32, hlm 69 PPKGT)

Keluarga (ahli waris) pegawai berhak atas santunan duka apabila pegawai meninggal dunia, sebesar sekurang-kurangnya tiga kali gaji (gaji pokok, tunjngan tetap, dan tunjangan kesejahteraan yang diterima setiap bulan).

Santunan hari tua diatur dalam Bab IV PPKGT

Iuran Dana Kesejahteraan ke BKGT, 10% Gaji Pokok.

Batas Usia (Pensiun), PPKGT hlm 49:

a. pegawai administrasi dan paramedic 56 tahun

b. Guru dan dokter 60 tahun

c. Dosen (Asisten AM-Lektor Madya) 60 tahun

d. Dosen, Lektor-Lektor Kepala, 65 tahun

e. Guru Besar, 70 tahun

Catatan:

Sebaiknya dibedakan antara pegawai Gereja Toraja yang bertugas di jemaat dan ditempat yang lain. Pegawai yang bertugas dijemaat sebaiknya juga menggunakan istilah “jaminan hidup”, bukan “gaji”. Ini untuk menghindari kesalahpahaman akan makna gereja/ekklesia (gereja bukan perusahaan, bukan objek Pajak, nonprofit/komersial, perlu peraturan khusus tersendiri).

*Bahan ini dikelola dari Buku Tata Gereja-Gereja Toraja dan Buku Peraturan Khusus Gereja Toraja untuk Materi Sosialisasi Peraturan Khusus Gereja Toraja di Klasis Makassar.

About these ads

Satu Tanggapan

  1. apakah peraturan ini pernah disosialisasikan ke segenap warga gereja toraja ?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s