KRISTOLOGI DAN BAHASA METAFORA

KRISTOLOGI SEBAGAI BAHASA PERSONAFIKASI METAFORIS AGAMA

Bahasa adalah sebuah media, alat, atau sarana untuk komunikasi, untuk menyampaikan pesan-pesan dari satu individu ke individu yang lain, dari satu kelompok ke kelompok lainnya (Ahimsa Putra, 2001:81). Bahasa ini berfungsi sebagai kendaraan untuk membawa, menjelaskan, dan memberitakan suatu ide kepada orang lain, atau dari masa lalu ke masa kini. Bahasa bukan sekedar sebagai alat ekspresi atau pengungkapan pemahaman, tetapi juga yang turut membentuk opini dan pemahaman manusia. Konteks bahasa, dalam bidang apa bahasa itu digunakan (bahasa hukum, bahasa kedokteran, bahasa agama, dll) juga penting diperhatikan.

Adanya pendapat yang mengatakan bahwa Kristologi dalam Alkitab merupakan suatu mitos, dari kelompok pencari “Yesus Sejarah” mestilah ditinjau ulang. Karena Kristologi yang diungkapkan penulis Alkitab berada dalam konteks bahasa agama. Seluruh pemahaman Kristologi penulis Alkitab, mengalami penyempitan makna karena bahasa memiliki keterbatasan. Keterbatasan bahasa ini coba diatasi dengan penggunaan istilah-istilah yang kita kenal dengan bahasa personafikasi dan metaforis. Istilah-istilah personafikasi metaforis itu diungkapkan dengan sebutan-sebutan Kristologi: anak Allah, Kerajaan Allah, Mesias, logos/firman, dll.

Ungkapan-ungkapan Kristologi alkitabiah, bila dipahami dalam bahasa geneologis, seperti istilah “Anak Allah”, akan mengalami kesalahan pengertian. Istilah tersebut mestilah dipahami dalam konteks bahasa teologi, bahasa personafikasi metaforis agamis, bukan dalam konteks bahasa yang lain. (Tobing, 2004:50). Istilah “Kristologi Hikmat”, merupakan juga suatu ekspresi linguistik dengan menggunakan bahasa teologi. Hikmat Allah dipahami sebagai personafikasi metaforis dari Yesus Kristus. Hikmat yang diberitakan dalam kitab Amsal dan kitab Korintus adalah pelambangan sebagai manusia Kristus. Hikmat Allah sebagai metafora Kristus merupakan suatu pelukisan berdasarkan kesamaan. Dalam pengertian lingustik teologis ini, Kristologi alkitabiah akan diterima bukan sebagai mitos, melainkan sebagai suatu kebenaran. Metafora teologi mengenai model-model Allah dalam bahasa keagamaan merupakan bagian yang penting dalam kehidupan beriman (Sallie MacFague, 1982:2).

3 Tanggapan

  1. Really nice story you have here. It would be nice to read a bit more concerning this matter. Thank you for sharing that information.

  2. I’ve recently started a web site, and the info you provide on this site has helped me tremendously. Thank you for all of your time & work.

  3. Fantastic post. My partner and i became lover of your blog. Going to verify it each day.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s