Roh Allah

 

Roh Allah

(Roh = x;Wr rûakµ / pneu/ma pneuma)

Dalam Perjanjian Lama (bahasa Ibrani), Roh disebut x;Wr rûakµ (rûakµ adalah kata benda umum bentuk tunggal absolut), yang berarti: roh/Roh, nafas, angin, kuasa, pikiran, (istilah x;Wr rûakµ terdapat 378 kali disebut dalam Perjanjian Lama menurut ensiklopedi; Lexicon 377 kali, The BibleWorks Program 214 kali“).<!–[if !supportFootnotes]–>[1]<!–[endif]–> Kata benda “ruakh” berasal dari kata kerja yang berarti mengeluarkan nafas dengan kuat dari hidung. Sering kata ini mengandung arti pusat hidup, seperti nefesy (vp,n<),<!–[if !supportFootnotes]–>[2]<!–[endif]–> namun umumnya ruakh berarti bernyawa berkaitan dengan nefesy, makhluk hidup. Ruakh sering berarti angin yang dianggap berkuasa dan dapat merusak (Kel:10:13); dikendalikan Allah untuk melaksanakan kehendakNya (Mzr 104:3); pendorong yang dominan (Kej.26:35); menuntun orang untuk melakukan sesuatu yang khusus (Ams 16:32); sering muncul dalam arti roh jahat (Bil.5:14); pengaruh yang baik supra alami (Yes.28:6); menyatakan ke-imanan-dan Allah (Mzr 104); dihubungkan dengan perjanjian Allah dengan Israel (Hag.2:5); dihubungkan dengan berbagai sarana petugas untuk pelayanan ilahi (Yes.11:2-3); di hubungkan dengan Roh Kudus yang mengacu pada kepribadian dan keilahian (Mzr 51:12).

Beberapa arti ruakh menurut Kamus/Lexicon:

<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Nafas mulut/lubang hidung: a. Nafas; b. seperti semata-mata nafas; c. Sebagai kata perintah Tuhan/raja Mesianis; d. bernafas keras melalui lubang hidung dalam kemarahan; e. sebagai tanda dan lambang hidup: ~ ~yYIx; x;Wr nafas hidup.

<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>Angin: a. angin surga; b. sisi angin: ~ydIQ’h; x;Wr sisi timur- !ApC’h; x;Wr sisi Utarax;Wr ~ArD’h; sisi selatan~Y”h; x;Wr sisi Bara; c. nafas udara; d. udara, gas, isi/kandungan; e. hal bersia-sia, kosong.

<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>Roh, seperti bernafas, gerakan cepat dalam animasi: a. roh, animasi, kegembiraan, tenaga; b. Keberanian; c. Perangai (seperti kemarahan); d. kesabaran atau ketidaksabaran; e. roh, disposisi, sebagai penuh kesukaran, pahit; f. seperti dihancurkan; g. disposisi berbagai macam, seperti dorongan/gerakan hati yang tidak dapat dikendalikan dan tidak diketahui sebabnya; ha’n>qi x;Wr disposisi cemburu; h. roh bersifat ramalan; hm’Der>T; x;Wr roh sangat gembira dalam tidur.

<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>Roh, hidup, menjadi bernafas, tinggal di dalam manusia dan binatang: a. anugerah dan ciptaan Tuhan; b. Tuhan memeliharanya; c. roh Tuhan; d. itu berangkat pada kematian; e. yang menjadi dibunuh

<!–[if !supportLists]–>5. <!–[endif]–>Roh sebagai tempat duduk emosi = vp,n<: a. Menginginkan; b. duka cita, gangguan

<!–[if !supportLists]–>6. <!–[endif]–>Adakalanya tempat duduk pikiran/tindakan organ/bagian badan mental

<!–[if !supportLists]–>7. <!–[endif]–>Adakalanya menyangkut kehendak.

<!–[if !supportLists]–>8. <!–[endif]–>Tentang karakter moral

<!–[if !supportLists]–>9. <!–[endif]–>Roh Tuhan: a. sebagai status nubuatan kegembiraan yang membangkitkan semangat; b. roh sebagai pendorong para nabi untuk mengucapkan peringatan atau instruksi; c. memberikan energi perang, eksekutif/perintah dan kuasa administratif; d. seperti memberkati manusia dengan berbagai hadiah: kecakapan teknis; pemahaman; menuangkan dengan kebijaksanaan ilahi; e. sebagai energi hidup; hal penting dari kuasa; f.hadir sebagai malaikat di jaman kuno. <!–[if !supportFootnotes]–>[3]<!–[endif]–>

 

2). Perjanjian Baru

Istilah Perjanjian Lama (Ibrani) x;Wr rûakµ“sejajar dengan kata Yunanipneu/ma pneuma” dalam Perjanjian Baru. Perkataan “pneu/ma pneuma” dan yang serumpun disebut sebanyak 379 kali dalam Perjanjian Baru (Ensiklopedi menyebut 220 kali—91 kali tanpa keterangan sifat dan mengacu pada Roh Kudus, BWorks 158 kali–belum termasuk kata serumpunnya)<!–[if !supportFootnotes]–>[4]<!–[endif]–>pneu/ma pneuma” berarti nafas, angin, roh, Roh, sikap. Bila dalam Perjanjian Lama “ruakh” lebih banyak mengacu pada manusia, dalam Perjanjian Baru “pneuma” justru lebih banyak mengacu pada Roh Allah. Pneuma dalam penggunaannya dapat berarti angin (Yoh 3:8), nafas (2Tes.2:8; unsur non-ragawi manusia (2Kor.7:1); unsur diri manusia yang tetap lestari sesudah kematian (Mat 27:50; Why 11:11); daya tanggap, perasaan dan kehendak, atau keadaan kesadaran dan imbangan dari ego (Mrk 2:8; Kis 17:16; Roma 8:16); mengacu pada roh jahat dan umumnya mengacu pada Roh Allah; dirujuk sebagai yang datang dari Allah (1Kor.2:11); yang datang dari Tuhan (Kis.8:39); yang datang dari Kristus (Kis.16:7); sebagai Roh Kudus (Mat.12:32) dan ditempatkan berdampingan dengan Allah Bapa dan Allah Anak dalam rangka keilahian dan kesetaraan (Mat.28:19; 2Kor.13:14).<!–[if !supportFootnotes]–>[5]<!–[endif]–>

Bila kita meneliti terjemahan Alkitab Indonesia Terjemahan Baru (ITB), pneuma sering diterjemahkan pula sebagai:

ITB: – dihadapan Allah (Mat 5:3);

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>nyawa (Mat 27:50;Luk.23:46:Yoh.19:30;);

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>hati (Mrk 8:12; Luk 1:47;Yoh.11:33;Kis 17:16;Rom.1:9);

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>semangat (Kis 18:25;);

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>maksud (Kis.19:21);

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>rohani (Rom.2:29;1Kor.5:5:);

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>tidur nyenyak (Rm.11:8);

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Karunia (1Kor.14:32);

Ada beberapa ungkapan serumpun yang dipergunakan dalam Alkitab:

<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>pneuma ada disebut 158 kali, pneu/ma, kata benda akusatif neutral tunggal (ex. Mat.3:16: pneu/ma Îtou/Ð qeou = Roh Allah)

<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>pneousei 1x, pneou,sh|, katakerja present aktif datif feminim tunggal (Kis.27:40: th/| pneou,sh| = dengan angin yang meniup)

<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>pneontos 1x, pne,ontoj kata kerja present aktif genitif maskulin tunggal (Yoh 6:18: pne,ontoj = karena meniup)

<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>pneonta 1x, pne,onta, katakerja present aktif akusatif maskulin tunggal (Luk.12:55: no,ton pne,onta( = angin selatan bertiup).

<!–[if !supportLists]–>5. <!–[endif]–>pnei 1x, pnei/, katakerja indikatif present aktif orang ketiga tunggal (Yoh.3:8: qe,lei pnei/ = Dia ingin bertiup).

<!–[if !supportLists]–>6. <!–[endif]–>pnee 1x, pne,h|, katakerja subjek present orang ketiga tunggal (Why.7:1: pne,h| a;nemoj| = bertiup angin)

<!–[if !supportLists]–>7. <!–[endif]–>pneumasi 2x, pneu,masi, kata benda datif neutral jamak (Mrk 1:27: pneu,masi toi/j avkaqa,rtoij = roh-roh jahat)

<!–[if !supportLists]–>8. <!–[endif]–>pneumasin 3x, pneu,masin, kata benda datif netral jamak (Luk.4:36: roh-roh)

<!–[if !supportLists]–>9. <!–[endif]–>pneumata 18x, pneu,mata, kata benda akusatif netral jamak (Mat.8:16: ta. pneu,mata = roh-roh).

<!–[if !supportLists]–>10. <!–[endif]–>pneumati 91x, pneu,mati, kata benda datif neutral tunggal (Mat.3:11: pneu,mati a`gi,w| = Roh).

<!–[if !supportLists]–>11. <!–[endif]–>pneumatika 4x, pneumatika. adj kataganti akusatif netral jamak (1Kor.2:13: pneumatika. = hal-hal Rohani).

<!–[if !supportLists]–>12. <!–[endif]–>pneumatikais 2x, pneumatikai/j, adj datif feminim jamak (Ef..5:19: wv|dai/j pneumatikai/j = nyanyian-nyanyian Rohani).

<!–[if !supportLists]–>13. <!–[endif]–>pneumatikas 1x, pneumatika.j, adj akusatif feminim jamak (1Ptr.2:5: pneumatika.j qusi,aj = rohani).

<!–[if !supportLists]–>14. <!–[endif]–>pneumatike 2x, pneumatikh/| adj datif feminim tunggal (Kol 1:9: sune,sei pneumatikh/|( = yang diberikan Roh).

<!–[if !supportLists]–>15. <!–[endif]–>pneumatikes 1x, pneumatikh/j, adj genitif feminim tunggal (1Kor.10:4: ek pneumatikh/j avkolouqou,shj = dari rohani yang mengikuti mereka).

<!–[if !supportLists]–>16. <!–[endif]–>pneumatikoi 1x, pneumatikoi., adj nominatif maskulin jamak (Gal.6:1: oi` pneumatikoi. = yang dipenuhi Roh).

<!–[if !supportLists]–>17. <!–[endif]–>pneumatikois 3x, pneumatikoi/j, adj kataganti datif neutral jamak (Rom.15:27: toi/j pneumatikoi/j = dalam hal-hal rohani).

<!–[if !supportLists]–>18. <!–[endif]–>pneumatikon 7x, pneumatiko.n, adj akusatif neutral tunggal (Rom.1:11: ca,risma u`mi/n pneumatiko.n = karnia kepadamu rohani).

<!–[if !supportLists]–>19. <!–[endif]–>pneumatikos 4x, pneumatiko,j, adj nominatif maskulin tunggal (Rom 7:14: no,moj pneumatiko,j = hukum Taurat rohani).

<!–[if !supportLists]–>20. <!–[endif]–>pneumatikon 1x, pneumatikw/n, adj kataganti genitif netral jamak (1Kor:12:1: tw/n pneumatikw/n = orang-orang yang mempunyai karunia rohani).

<!–[if !supportLists]–>21. <!–[endif]–>pneumatikos 2x, pneumatikw/j adj adverb, adj kata keterangan (1Kor 2:14: o[ti pneumatikw/j avnakri,netai\ = sebeb menurut Roh itu dinilai).

<!–[if !supportLists]–>22. <!–[endif]–>pneumatos 96x, pneu,matoj, kata benda genitif neutral tunggal (Mat 1:18: evk pneu,matoj a`gi,ouÅ = dari Roh Kudus).

<!–[if !supportLists]–>23. <!–[endif]–>pneumaton 11x, pneuma,twn, kata benda genitif netral jamak (Mat.10:1: evxousi,an pneuma,twn avkaqa,rtwn = kuasa atas roh-roh jahat). <!–[if !supportFootnotes]–>[6]<!–[endif]–>

 

Istilah pneu/ma pneuma sering menunjuk pada banyak pengertian atau penggunaannya (angin, nafas, pikiran, roh):

<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Bergeraknya suatu udara (tentang angin dan nafas lubang hidung/mulut)

<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>Roh (yang utama penting yang menghidupkan badan; yang masuk akal, kuasa yang membuat manusia merasa/berpikir/memutuskan, dll; jiwa).

<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>Suatu roh, yaitu. suatu inti sari, memiliki, kuasa pengetahuan, kerinduan, memutuskan, dan bertindak (suatu hidup, memberi roh; suatu jiwa manusia yang dianggap telah meninggalkan badan; lebih tinggi roh dibanding manusia tetapi lebih rendah dari Tuhan, yaitu. seorang malaikat; sebutan setan atau roh jahat yang dipahami menghuni badan manusia; alami Kristus yang rohani,lebih tinggi dibanding para malaikat yang paling tinggi dan sepadan dengan Tuhan.

<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>Tentang Tuhan: agen dan Kuasa Tuhan; dapat mempengaruhi jiwa yang produktif di dalam Gereja; sumber dari semua berkat dan karunia rohani yang lebih tinggi; orang ke-tiga tritunggal, Allah Roh Kudus

<!–[if !supportLists]–>5. <!–[endif]–>disposisi atau pengaruh yang mengisi dan memerintah jiwa; sumber yang efisien tentang segala kuasa, kasih sayang, emosi, keinginan, dan lain lain.

 

2. Sebutan Lain dari “Roh Allah”

Sebutan lain dari “Roh Allah”, yaitu: Roh Kudus, Roh Kebenaran, Roh Tuhan, Roh Yesus, Roh Penghibur/Penolong. Roh Allah sering dilambangkan dengan nafas, angin, merpati, jari Allah, api. Calvin dalam buku Institutio, <!–[if !supportFootnotes]–>[7]<!–[endif]–> menyatakan: “… nama-nama yang diberikan Alkitab kepada Roh itu. Pertama, Dia dinamakan Roh yang menjadikan kita anak-anak Allah (Rm. 8:15; Gal. 4:6). Dia dinamakan jaminan dan meterai warisan kita (2 Kor.1:22). Dia juga dinamakan kehidupan oleh karena kebenaran (Rm. 8:10). Berulang kali Dia dinamakan pula: air, seperti dalam Yesaya, “Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air” (Yes. 55:1). Dia dinamakan api (Luk. 3:16). Akhirnya Dia digambarkan kepada kita sebagai mata air (Yoh. 4:14) yang memancarkan segala kekayaan sorga kepada kita, atau sebagai tangan pelaksana kekuasaan Allah (Kis. 11:21). Sebab, dengan menghembuskan nafas kekuatanNya, diberi-Nya kita kehidupan ilahi sedemikian rupa hingga kita tidak lagi digerakkan oleh diri kita sendiri, tetapi dipimpin oleh tindakan dan geraknya. Demikianlah segala kebaikan yang terdapat di dalam diri kita merupakan buah-buah karunia-Nya, tetapi tanpa Dia bakat-bakat kita adalah kegelapan dan kesesatan hati”.

 

3. Roh Allah berkepribadian

Dalam teologi Kristen, Roh Allah bukanlah sekedar pengaruh, sifat, kuasa ilahi, Ia juga berkepribadian. Roh Allah adalah Oknum Allah Tritunggal. Ke-Allah-dan Roh Kudus adalah sama dan setara dengan Allah Bapa dan Allah Anak. Roh Allah juga memiliki Pribadi.<!–[if !supportFootnotes]–>[8]<!–[endif]–>

<!–[if !supportLists]–>a <!–[endif]–>Dalam Yoh 14:26, Yesus menggunakan kata “evkei/noj– ekeinos” (kata ganti demonstatif nominatif maskulin tunggal, yang berarti “Dia”l) ketika menunjuk kepada Roh Kudus. Istilah Bahasa Yunani untuk Roh itu netral, namun Yesus memakai kata ganti orang berjenis maskulin.

<!–[if !supportLists]–>b <!–[endif]–>Kepribadian Roh Allah juga ditunjukkan dengan sebutan nama “para,klhtoj(parakletos<!–[if !supportFootnotes]–>[9]<!–[endif]–> yang berarti “penolong/penghibur”, sebutan yang juga digunakan untuk Yesus yang berkepribadian (Yoh 14:16).

<!–[if !supportLists]–>c <!–[endif]–>Roh Allah memiliki unsur utama kepribadian: akal untuk mengetahui (oi=daoida, 1Kor.2:11), perasaan yang memungkinkan Roh itu berdoa untuk orang kudus (Rom.8:27), dan kehendak (bou,lomai boulomai1Kor.12:11).

<!–[if !supportLists]–>d <!–[endif]–>Roh bertindak: mengajar (Yoh.14:26), bersaksi (Yoh.15:26); berbicara (Kis.13:2); berdoa (Rom.8:26).

<!–[if !supportLists]–>e <!–[endif]–>Roh Allah sensitif terhadap perlakuan pribadi seperti Yesus: dicobai (Kis.5:9), didustai (Kis.5:3), didukakan (Ef.4:30), ditentang (Kis.7:51), dihina (Ibr.10:29), dan dihujat (Mat.12:31-32).

 

4. Roh Allah adalah Allah

Roh Allah adalah Allah, dapat kita pahami dengan memperhatikan sifat-sifat Allah yang dimilikiNya: Kekal (Ibr.9:14), Mahatahu (1Kor.2:10-11); Mahakuasa (Luk.1:35), Mahahadir (Mzr.139:7-10); pekerjaan yang dilakukanNya, seperti mencipta (Ayub.33:4); disebut Allah dalam Kis.5:3-4 dan 2Kor.3:17-18), dan bertindak atas kehendakNya sendiri (1Kor 12:11).<!–[if !supportFootnotes]–>[10]<!–[endif]–>

 

5. Roh Allah sebagai Oknum Trinitas

Roh Allah (Kudus) setara atau sederajat dengan Allah Bapa dan Allah Anak. Ketiga-Nya sederajat, karena ketiganya adalah Allah. Pernyataan ini telah ditekankan melalui Konsili Konstantinopel (tahun 381) dan Konsili Nicea (tahun 325), dimana Roh Kudus juga dinyatakan sebagai Allah.

Hubungan Roh Allah dengan Yesus terletak pada pekerjaan Roh yang mencirikan keesaan dengan Yesus. Maria mengandung oleh Kuasa Roh Kudus (Luk.1:35). Roh kudus tidak berkata dari diriNya sendiri (Yoh.16:13); Roh Allah bersaksi tentang Kristus (Yoh.15:26); Roh Allah itu sendiri juga adalah Roh Kristus (Gal.4:6;Flp.1:19); Roh Kudus datang dari Kristus dan mau memimpin kita kepada Kristus. Hubungan dengan Allah Bapa terletak pada kebersamaanNya dan Roh Kudus itu selain datang dari Allah Anak (Kristus) juga dari Allah Bapa. Roh Allah berbicara tentang Allah di dalam kita, Allah Anak menyatakan Allah beserta kita, dan Allah Bapa berbicara tentang Allah di atas kita.<!–[if !supportFootnotes]–>[11]<!–[endif]–> Roh Allah disamakan dengan Allah Bapa dan Allah Anak (dalam berkat: 2Kor 13:13; dalam Baptisan: Mat. 28:19).

(huruf Ibrani/Yunani tidak akan dikenali apabila komputer anda belum terinstall huruf Ibrani/Yunani).

<!–[if !supportFootnotes]–>

<!–[endif]–>

<!–[if !supportFootnotes]–>[1]<!–[endif]–> Lihat, Douglas, J.D. (dkk), Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid II, M – Z (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF,1995), hlm. 316; William L. Holladay, A Concise Hebrew and Aramaic Lexicon of the Old Testament, (Michigan: Grand Rapids, 1989), hlm.334; Program Komputer “The BibleWorks Program. Version 4.0.026e” Copyright @1998 BibleWoks, LLC; Baker, D.L. Kamus Singkat Ibrani Indonesia, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004), hlm. 56.

<!–[if !supportFootnotes]–>[2]<!–[endif]–> vp,n< (nepesy—750 kali) kata benda feminim tunggal absolut, yang berarti “hidup, jiwa, makhluk, orang, selera, dan pikiran”, lihat, William L. Holladay, Ibid.,hlm.242-243.

<!–[if !supportFootnotes]–>[3]<!–[endif]–> Dikelola dari lexicon Program Komputer “The BibleWorks Program. Version 4.0.026e” Copyright @1998 BibleWoks, LLC;” dan William L. Holladay, A Concise Hebrew and Aramaic Lexicon of the Old Testament, (Michigan: Grand Rapids, 1989), hlm.334 dst.

<!–[if !supportFootnotes]–>[4]<!–[endif]–> Hasan Sutanto, Perjanjian Baru INTERLINEAR YUNANI-INDONESIA & KONKORDANSI Perjanjian Baru (PBIK) JILID II-KONKORDANSI (Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2004), 651-654; Gering, Howard M., Kamus Alkitab dengan Gambar tentang Kehidupan Yesus Kristus dan Kemah Sembahyang (Jakarta: YPI Imanuel, 1992), hlm. 117.

<!–[if !supportFootnotes]–>[5]<!–[endif]–> Lihat, Douglas, J.D. (dkk), Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid II, M – Z (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF,1995), hlm. 35-37.

<!–[if !supportFootnotes]–>[6]<!–[endif]–> Penelitian menggunakan Program Komputer “The BibleWorks Program. Version 4.0.026e” Copyright @1998 BibleWoks, LLC; Hasan Susanto, Ibid (Konkordansi)., hlm. 651-655; J.W. Wenham, Bahasa Yunani Koine / The Elements of New Testament Greek, (Malang: SAAT, 1987), hlm. 18; Hasan Sutanto, Perjanjian Baru INTERLINEAR YUNANI-INDONESIA & KONKORDANSI Perjanjian Baru (PBIK) JILID I-INTERLINEAR, Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2004.

<!–[if !supportFootnotes]–>[7]<!–[endif]–> Calvin, Yohanes, Institutio. Pengajaran Agama Kristen (diseleksi oleh Th. van den End), (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2003), hlm. 132.

<!–[if !supportFootnotes]–>[8]<!–[endif]–> Lihat, Tangkau, Ari F., Beritakanlah Firman (Yogyakarta: Andi Offset, 1996), hlm. 139-168; Porter, R.J., Katekisasi Masa Kini (Jakarta: Yayasan Komunikas Bina Kasih/OMF, 1994), hlm.103

<!–[if !supportFootnotes]–>[9]<!–[endif]–> Istilah Yunani “Parakletos” pernah dijadikan dasar nubuatan datangnya Muhammad dalam agama Islam, dengan mengganti kata “Parakletos” menjadi “periklytos” yang berarti termashur/Terpuji sama dengan nama Ahmad/Muhammad. Lihat, Nifrik, G.C.van & B.J.Boland, Dogmatika Masa Kini, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1993), 340. Surat 61:1 (ASH SHAFF), berkata: “Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: ‘Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu…akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)’…”, lihat, DEPAG RI, “Surat 61:6-ASH SHAFF”, Al-Qur’an dan Terjemahannya, (Bandung: Gema Risalah Press, 1992), hlm. 929.

<!–[if !supportFootnotes]–>[10]<!–[endif]–> Lihat, Guthrie, Donald, Teologi Perjanjian Baru 1. Allah, manusia, Kristus (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1993), hlm.61 dst.

<!–[if !supportFootnotes]–>[11]<!–[endif]–> Nifrik, G.C.van & B.J.Boland, Dogmatika Masa Kini (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1993), hlm. 102; Banawiratma, JB., Kristologi dan Allah Tritunggal (Yogyakarta: Kanisius, 1994), hlm. 74-78; Flanagan, Neal M., “Roh Kudus”, Tafsiran Perjanjian Baru 5: Kisah Para Rasul (Yogyakarta: Kanisius, 1992), hlm. 24 dst

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s