Kilas Reformasi Gereja-Lahirnya Protestan

 Kilas Reformasi Gereja-Lahirnya Protestan

Salah satu pemicu munculnya reformasi gereja adalah adanya ajaran (kertas?) indulgensia. Indulgensia adalah penghapusan (sepenuhnya atau sebagian) dari penghukuman sementara yang masih ada bagi dosa-dosa setelah kesalahan seseorang dihapuskan melalui absolusi (pernyataan oleh imam bahwa dosa seseorang telah dihapuskan). Saat itu terjadi penyalahgunaan indulgensia oleh oknum-oknum gereja, yaitu sebuah indulgensia dapat dibeli seorang umat untuk dirinya sendiri ataupun untuk salah seorang sanak keluarga yang sedang berada di api penyucian. Johann Tetzel, seorang imam Dominikan, ditugasi berkeliling di seluruh wilayah keuskupan Uskup Agung Albert dari Mainz untuk mempromosikan dan menjual indulgensia untuk merenovasi Basilika St. Petrus di Roma. Tetzel sangat berhasil dalam hal ini. Ia menganjurkan: “Begitu mata uang bergemerincing di dalam kotak, jiwa yang sedang menanti di api penyucian pun akan terlepas“.

Sebagai bagian dari upaya pengumpulan dana yang ditugasi oleh Albertus dari Mainz (Uskup Agung Mainz) dan Paus Leo X untuk membiayai renovasi Basilika Santo Petrus di Roma, Johann Tetzel seorang [imam]] Dominikan mulai menjual surat-surat indulgensia. Meskipun pangeran yang berkuasa di daerah Luther, Frederick III, dan pangeran dari wilayah tetangganya, George, Duke dari Sachsen, melarang penjualan tersebut di wilayah mereka, umat di wilayah Luther bersedia menempuh perjalanan untuk membelinya. Ketika orang-orang ini datang untuk melakukan pengakuan dosa, mereka memperlihatkan surat indulgensia mereka yang lengkap, dan mengklaim bahwa mereka tidak perlu lagi mengakui dosa-dosa mereka, karena dokumen itu menjanjikan pengampunan untuk dosa-dosa mereka.Luther menganggap penjualan indulgensia ini sebagai penyelewengan yang dapat menyesatkan umat sehingga mereka hanya mengandalkan indulgensia itu saja dan mengabaikan pengakuan dosa dan pertobatan sejati. Luther menyampaikan tiga khotbah menentang indulgensia ini pada 1516 dan 1517. Dalil-dalilnya mengutuk keserakahan dan keduniawian di dalam Gereja dan dianggap sebagai penyimpangan. Luther mengeluarkan bantahan teologis tentang apa yang dapat dihasilkan oleh indulgensia itu. Luther tidak menantang wewenang paus untuk mengeluarkan indulgensia dalam dalil-dalilnya itu. ke-95 dalil Luther segera diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman, disalin dan dicetak secara luas. Dalam waktu dua minggu, dalil-dalilnya telah menyebar ke seluruh Jerman, dan dalam waktu dua bulan ke seluruh Eropa. Ini adalah salah satu peristiwa pertama dalam sejarah yang dipengaruhi secara mendalam oleh mesin cetak, yang membuat distribusi dokumen lebih mudah dan meluas. Inti Seruan Luther kepada Gereja adalah “kembali kepada ajaran-ajaran Alkitab”.

Selain Luther, tokoh reformasi lainnya, yaitu: Yohanes Calvin (lahir 10 Juli 1509 – meninggal 27 Mei 1564 pada umur 54 tahun). Ia adalah teolog Kristen Prancis terkemuka pada masa Reformasi Protestan. Namanya kini dikenal dalam kaitan dengan sistem teologi Kristen yang disebut Calvinisme. Ia dilahirkan dengan nama Jean Chauvin (atau Cauvin) di Prancis, dari Gérard Cauvin dan Jeanne Lefranc, istri Calvin bernama Idelette de Bure. Calvin menerbitkan beberapa revisi dari Institutio, sebuah karya yang menjadi dasar dalam teologi Kristen yang masih dibaca hingga sekarang. Tulisan ini dibuatnya dalam bahasa Latin pada 1536 (pada usia 26 tahun) dan kemudian dalam bahasa ibunya, bahasa Prancis, pada 1541, dan edisi finalnya masing-masing muncul pada tahun 1559 dan 1560.

Calvin memulai program pembaharuannya. Ia menetapkan empat kategori dalam pelayanan gereja, dengan peranan dan kekuasaan yang berbeda-beda:

1. Doktor memegang jabatan dalam ilmu teologi dan pengajaran untuk membangun umat dan melatih orang-orang dalam jabatan-jabatan lain di gereja.

2. Pendeta yang bertugas berkhotbah, melayankan sakramen, dan menjalankan disiplin gereja, mengajar, dan memperingatkan umat.

3. Diaken mengawasi pekerjaan amal, termasuk pelayanan di rumah sakit dan program-program untuk melawan kemiskinan.

4. Penatua yaitu 12 orang awam yang tugasnya adalah melayani sebagai suatu polisi moral. Mereka umumnya mengeluarkan surat-surat peringatan, serta bila perlu menyerahkan para pelanggar ke Konsistori (rapat majelis gereja).

About these ads

6 Tanggapan

  1. good reformasi

    • Salam dalam Kasih Kristus.

      saya protestan dari “brojol”, sekarang usia 50thn.

      beberapa bulan yang lalu saya diundang / diperkenalkan oleh temen katolik ke facebook “Gereja Katolik”.
      Minggu lalu saya sempat “panas” oleh postingan di wall tersebut yang menyebutkan bahwa protestan tidak kenal trinitas dan hanya mengakui Yesus sebagai nabi.
      Saya buat “counter” disana, bahwa semua pandangan itu TIDAK BENAR”, malah mereka mencaci maki saya… uuuupsss….
      Akhirnya, saya hanya “ngelus dada” melihat pandangan katolik yang ada di komunitas facebook Gereja Ktolik, mengapa mereka seperti itu? mencaci maki protestan, hampir semua, dan tidak pernah melihat sejarah perkembangan gereja.
      Saya memang penasaran, waktu di SD dulu, 40 thn yang lalu, pernah belajar sejarah dunia, bagaimana Martin Luther/Calvin keluar dari katolik….
      Berarti hingga saat ini, menurut saya, umumnya umat katolik masih “memusuhi” umat kristen lain, terutama protestan…. yang mereka anggap bukan kristen yang sesungguhnya.
      Bagaimana ini? PGI? MAWI?

      teriring salam dan doa dalam Yesus Kristus.

  2. Syalom, pak Berkah Adi

    Kini Gereja Protestan dan Gereja Katolik tidak lagi memperuncing perbedaan, seperti awal berdirinya Protestan. Kini kita mengedepanpan tanggung jawab bersama memberikan Injil Kerajaan Allah, di mana ada kasih, damai sejahtera, kebenaran dan keadilan dinyatakan di bumi ini.

    Santai saja pak, gk pakai panas, he…, bila masih ada yang kurang paham ajaran Protetstan. Jelaskan saja secara santai bahwa kita juga meyakini Tritunggal, dan Yesus Kristus diakui sebagai Jus’lamat dan Tuhan.
    Salam

  3. Isa Almasih / Yesus bukan Tuhan
    Dia hanya seorang manusia biasa yang di angkat menjadi Nabi.
    di Injil sendiri ga ada perintah menyembah yesus karena yesus sendiri menyembah Allah.

    masa Tuhan bisa mati di kayu salib. hina bener tuh.

    • Setuju, isa bukanlah tuhan tapi hnya seorang manusia biasa

    • Mohon maaf saudara…saudara tidak berhak untuk menilai Tuhan kami…lebih baik saudara belajar tentang agama saudara sendiri apa sudah benar atau tidak. Saudara tahu dari mana kalau Yesus itu bukan Tuhan? Injil mana? asal saudara tahu Yesus itu putera Allah yang diutus ke dunia untuk menebus dosa semua umat Manusia termasuk anda, percaya atau tidak percaya itulah kenyataannya. Yesus datang kedunia menjadi manusia seperti kita kecuali dalam hal Dosa. Yesus Mati Di Kayu salib agar dosa semua umat Manusia terhapuskan sehingga manusia kembali lagi kepada Allah. emangnya anda bisa seperti Yesus yang rela mengorbankan nyawa untuk semua orang? saran saya….agamamu adalah agamamu dan agamaku adalah agamak, imanmu adalah imanmu dan imanku adalah imanku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s