HIDUP KEKAL

Hidup Kekal

 

Dalam kitab Mrk 10:17 dikatakan: “Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: ‘Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?’”. Kemudian Mrk 10:23: “Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: ‘Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah’”. Ungkapan ‘hidup kekal’ disamakan dengan ‘masuk Kerajaan Allah’. Hidup kekal adalah anugerah yang diberikan kepada kita berdasarkan karya Yesus Kristus. Kehidupan kekal atau keselamatan tersebut telah berlangsung dan kita nikmati sejak kedatangan Yesus Kristus, kesempurnaannya pada saat Yesus datang kedua-kalinya. Mengenai keselamatan hidup kekal dalam Kerajaan Allah ini, sebaiknya kita perhatikan pernyataan Niftrik dan Boland (1993:537-539):

Pertama, masuk ke dalam Kerajaan Allah adalah hidup dalam persekutuan dengan Allah. Persekutuan dengan Allah berarti hidup kita memperoleh makna dan isi hidup yang sesungguhnya. Manusia barulah “hidup” dengan benar bila manusia hidup dalam hubungan pribadi dengan Allah melalui Firman dan Roh-Nya.

Kedua,  di dalam Kerajaan, manusia benar-benar boleh mengenal Allah. Ungkapan ‘mengenal Allah’ adalah istilah yang sangat penting di dalam Alkitab (Yes.11:2; 1Kor.13:12). Kata ‘mengenal’ bukanlah hanya mengenai pengetahuan secara akal budi, tetapi menyatakan hubungan yang sedalam-dalamnya antara dua pribadi. (Dalam Perjanjian Lama, kata ‘mengenal’ adalah [d;y” (y¹da`= mengenal, dalam Kej 19:5,8 dipergunakan juga untuk ‘persetubuhan’).

Ketiga, di dalam Kerajaan Allah ada terdapat kasih yang sejati. Kerajaan Allah ialah Kerajaan Anak-Nya yang kekasih (Kol.1:13). Hidup secara Kristen dicirikan oleh “trisila”: Iman, Pengaharapan, dan Kasih. Oleh kasih Allah, kita menerima hidup kekal (Yoh.3:16), dan Allah menghendaki kita mengasihiNya dan sesama. Bagi yang mengasihi, telah disediakan keselamatan (1Kor.2:9), yaitu hidup yang kekal, hidup dalam kemuliaan yang kekal.

Keempat, hidup di dalam Kerajaan Allah adalah memuji dan memuliakan nama Allah. Allah telah menyatakan kemuliaan-Nya dan ia mau supaya dunia dan manusia mengakui serta melihat kemuliaan itu. Kita boleh hidup, dan menemukan makna hidup kita, dalam memuliakan nama Allah, sekarang ini sampai kesempurnaan hidup kekal pada kedatangan Yesus dinyatakan. Jadi hidup kekal tersebut tidak hanya terjadi pada masa depan, tetapi juga sekarang kita sedang nikmati. Kelak, kita akan menerima kesempurnaan hidup kekal itu, dimana tidak ada lagi maut, perkabungan, ratap tangis, dan kesusahan.  Kita akan hidup bahagia dalam kesukaan, kemuliaan, kekuatan, kekayaan, kelimpahan, kekudusan, dan segala yang baik dalam persekutuan dengan Tuhan (Why.21:4).

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s