FENOMENA SEAN IDOL DAN TORAJA

  • Seorang anak kecil bertanya kepada ayahnya: “Papa, mengapa Om menonton sambil menangis?”

Ini kisah yang diceritakan teman saya di daerah Luwu. Waktu itu kami sedang berbicara tentang SEAN (Kamasean Y. Matthew, 17 Tahun) yang diselamatkan oleh juri melalui hak veto juri. Teman saya menceritakan betapa anaknya kaget melihat Omnya nangis hanya karena nonton Idol. Sejak itu, kata teman saya, dia pun jadi tersentak dan menjadi fanatik mendukung Sean. Ini, tentu, menjadi gambaran bagi yang lain dalam hal mendukung kelanjutan Sean.

Fenomena Indonesian Idol 2012 menjadi hal yang sangat khusus bagi masyarakat Toraja. Betapa tidak, kali ini ada peserta yang mewakili Sulsel, Baca lebih lanjut

Iklan

GT-JPank Doakan & Bantu Anak Jenne

Gereja Toraja Jemaat Panakkukang, Majelis Jemaat dan OIG-nya, mengunjungi anak kekasih Jenne Patintingan.  Jenne (2 thn) yang sakit tumor di rahang dan kepala, terbaring lemah di ruang ICU RS Wahidin Makassar, ditemani sang bunda. Dalam perkunjungan ini, kami membaca Alkitab dan mendoakan anak kekasih, keluarga, dan setiap orang/group yang peduli penderitaan Jenne. Selain itu, juga menyerahkan persembahan kasih yang dijalankan pada hari Minggu, 17 Juni 2012 dan dari kas PWGT-JPank.

Tuhan memulihkan anak kekasih Janne. Baca lebih lanjut

HAKIKAT GEREJA

Pemahaman Bersama Iman KristenTetang Gereja (PGI)

1.     Roh Kudus menghimpun umat-Nya dari segala bangsa, suku, kaum, dan bahasa, ke dalam suatu persekutuan yaitu gereja, di mana Kristus adalah Tuhan dan Kepala (Ef. 4:3-16; Why. 7:9). Roh Kudus juga telah memberi kuasa kepada gereja dan mengutusnya ke dalam dunia untuk menjadi saksi, memberitakan Injil Kerajaan Allah, kepada segala makhluk di semua tempat dan sepanjang zaman (Kis. 1:8; Mrk. 16:15; Mat. 28:19-20). Dengan demikian gereja tidak hidup untuk dirinya sendiri. Sama seperti Kristus telah meninggalkan kemuliaan-Nya di surga, mengosongkan diri, dan menjadi manusia (Yoh. 1:14; Flp. 2:6-8), dan tergerak hati-Nya oleh sebab belas kasihan kepada semua orang yang sakit, lelah dan telantar seperti domba tanpa gembala, demikian pulalah gereja dipanggil untuk selalu menyangkal diri dan mengur-bankan kepentingannya sendiri, agar semua orang yang menderita karena pelbagai Baca lebih lanjut

Umat Allah

Umat Allah

  1. Allah telah memanggil dan memilih satu umat dan mendirikan Gereja-Nya sebagai persekutuan orang-orang percaya, milik kepunyaan-Nya untuk menjadi berkat bagi semua bangsa. Ia mengadakan satu perjanjian dengan umat-Nya berdasarkan kasih setia-Nya dalam perwuju-dan rencana penyelamatan-Nya di dalam Yesus Kristus. Allah memanggil umat ini dengan perantaraan Roh dan Firman-Nya keluar dari kegelapan masuk ke dalam terang Allah yang ajaib, dari bukan umat menjadi umat Allah yang kudus.[1] Baca lebih lanjut

PENJELASAN PENGAKUAN IMAN GEREJA TORAJA

PENJELASAN PENGAKUAN IMAN GEREJA TORAJA

Pendahuluan

Pada tanggal 27 November 1981, Gereja Toraja akhirnya memiliki pengakuan sendiri sebagai hasil pergumulan melalui Keputusan Rapat Komisi Usaha Gereja Toraja (KUGT) Lengkap, berdasarkan penugasan dan Keputusan Sinode Am XVI di Makale, Juli 1981. Pengakuan Iman Gereja Toraja disusun berdasarkan kerinduan Gereja Toraja memiliki pengakuan sendiri yang relevan dan fungsional. Kerinduan ini telah dituangkan ke dalam Keputusan Sinode Am XIII di Palopo, tahun 1972, yang merupakan peningkatan tekad Gereja Toraja sejak ia berdiri sendiri. Hal ini dapat kita lihat dalam Peraturan Gereja Toraja Baca lebih lanjut

ISI PENGAKUAN IMAN GEREJA TORAJA

PENGAKUAN IMAN GEREJA TORAJA

n

MUKADIMAH

Di bawah pimpinan Roh Kudus dan berdasarkan Firman Allah kita percaya, bahwa Tuhan Allah berkenan menyatakan diri-Nya, yaitu: Kehendak-Nya, Kasih-Nya dan Kuasa-Nya kepada kita di dalam Yesus Kristus, sehingga kita tiba pada pengakuan:

“YESUS KRISTUS ITULAH TUHAN DAN JURU SELAMAT” Baca lebih lanjut

Struktur Pengakuan Iman

Struktur Pengakuan Iman Gereja Toraja

Inti Pengakuan Iman Gereja Toraja ialah Pengakuan Gereja yang Am, yaitu: “YESUS KRISTUS ITULAH TUHAN DAN JURUSELAMAT”, yang dijabarkan melalui garis pemikiran sebagai berikut:

“Allah berfirman kepada manusia yang ditebus, dikuduskan dan dipanggil menjadi umat Allah untuk disuruh ke dalam dunia bagi pekerjaan penyelamatan menuju zaman akhir”.

Berdasarkan struktur pemikiran ini, Pengakuan Iman Gereja Toraja disusun delapan bab, yaitu:
Bab I. Tuhan Allah
Bab II. Firman Allah
Bab III. Manusia
Bab IV. Penebusan
Bab V. Pengudusan
Bab VI. Umat Allah
Bab VII. Dunia
Bab VIII. Zaman Akhir

Penjelasan selanjutnya tidak mempunyai praanggapan bahwa segala sesuatu sudah akan jelas, karena penjelasan ini hanya menonjolkan pokok-pokok yang penting, bab demi bab. Ada butir-butir dari pengakuan ini yang tidak perlu dijelaskan karena dianggap sudah jelas.
Mudah-mudahan penjelasan singkat ini dapat membantu anggota jemaat dalam pemahaman pengakuan imannya. Diharapkan pula agar suatu waktu ada rekan-rekan yang mau menyusun buku pegangan katekisasi, baik untuk Guru, maupun untuk murid, berdasarkan Pengakuan ini.

Fungsi dan Sifat Pengakuan Iman

Fungsi Pengakuan Iman

Setiap pengakuan harus berfungsi di tengah-tengah kehidupan gereja dalam arti:
a. Sebagai ungkapan iman.
“Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang kami lihat dan yang telah kami dengar (Kis. 4:20). “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata (2Kor. 4:13).
b. Sebagai kesaksian dan pertanggungjawaban pengharapan. Baca lebih lanjut

Pengakuan Iman Gereja Toraja

Pengakuan Iman

  1. Gereja Toraja mengaku bahwa Yesus Kristus itulah Tuhan dan Juruselamat dunia, Kepala Gereja, sesuai kesaksian Alkitab sebagaimana dirumuskan dalam Pengakuan Iman Gereja Toraja.
  2. Gereja Toraja, dalam persekutuan dengan gereja-gereja di Indonesia, menerima Pemahaman Bersama Iman Kristen Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Pengakuan Iman Rasuli, Pengakuan Iman Athanasius, dan Pengakuan Iman Nicea Konstantinopel.

Dasar Hukum dan Tujuan Gereja Toraja

Dasar Hukum Gereja Toraja di Indonesia, yaitu: Keputusan Menteri Agama R.I. No.26 tahun 1971 tanggal 11 Mei 1971, dan berbadan hukum melalui Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No.SK.G1/DJA/1973.

Dasar Alkitab, 1 Kor 3:11:
“Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus”.

Gereja Toraja bertujuan mewujudkan panggilannya di dunia untuk memberitakan kebaikan Tuhan, memuliakan Dia, dan menjadi berkat bagi dunia.