FENOMENA SEAN IDOL DAN TORAJA

  • Seorang anak kecil bertanya kepada ayahnya: “Papa, mengapa Om menonton sambil menangis?”

Ini kisah yang diceritakan teman saya di daerah Luwu. Waktu itu kami sedang berbicara tentang SEAN (Kamasean Y. Matthew, 17 Tahun) yang diselamatkan oleh juri melalui hak veto juri. Teman saya menceritakan betapa anaknya kaget melihat Omnya nangis hanya karena nonton Idol. Sejak itu, kata teman saya, dia pun jadi tersentak dan menjadi fanatik mendukung Sean. Ini, tentu, menjadi gambaran bagi yang lain dalam hal mendukung kelanjutan Sean.

Fenomena Indonesian Idol 2012 menjadi hal yang sangat khusus bagi masyarakat Toraja. Betapa tidak, kali ini ada peserta yang mewakili Sulsel, khususnya etnis Toraja. Sejak penyelamatan Sean melalui hak veto juri, komunitas orang Toraja semakin fanatic dan merasa perlu mengkampanyekan Sean. Media jejaring social, seperti Facebook, digunakan untuk mencari dukungan bagi Sean. Group FB yang paling gencar adalah group “Gerakan sejuta SMS untuk SEAN Idol”, “Sulsel for Sean”, “Fans Club Sean Indonesian Idol”, “Sean 9288”, “Dukung Rakyat Indonesia Buat Sean Menjadi The Next Indonesia Idol 2012”, dan “Kamasean Y. Matthews (sean Idol 2012)”. Demikian juga ada twitter di https://twitter.com/Seaanatics, https://twitter.com/Kamasean, dan https://twitter.com/seanidol2012. Dukungan juga mengalir dari pemerintah daerah. Bupati Tana Toraja mengadakan nonton bareng. Bupati Toraja Utara, tempat asal Sean, langsung mengikuti pertunjukkan Indonesia Idol di Jakarta. Bahkan organisasi kepemudaan Gereja Toraja mengeluarkan surat resmi untuk mendukung Sean.

Sean juga membawa pengaruh bagi suksesi Sulawesi Selatan. Para kandidat yang ingin menjadi Gubernur Sulsel periode 2013-2018 juga menyatakan mendukung Sean. Masing-masing pendukung calon gubernur Sulsel (Tim Sukses) menyatakan bahwa kandidat mereka mendukung Sean.

Ada beberapa refleksi terhadap fenomena dukungan orang Toraja terhadap Sean Idol. Pertama, fenomena Sean ini menegaskan kuatnya budaya kekerabatan etnis Toraja yang begitu diakui di daerah lain. Kekerabatan (Toraja: kasiuluran) adalah salah satu nilai dominan budaya Toraja, menurut Prof M Paranoan, dari tiga belas nilai budaya Toraja. Kedua, Sean menjadi gambaran diri etnis Toraja. Pengenalan diri, harapan, dan perundingan diri digantungkan pada Sean. Sean menjadi pemenuhan harapan, walau maya. Di sisi lain, juga terselip budaya “siri” atau “longko’ Toraya” (rasa malu-citra Toraja). Ketiga, Sean mewujudkan istilah “mendadi tau” (menjadi orang). Filosofi “mendadi tau” ini mencakup keberhasilan status social, harga diri, kemenangan, prestasi, dan pemujaan. Di sini ada upaya pemenuhan self-actualization, pemenuhan aktualisasi diri yang tentu saja membuat seseorang mau berkorban (sms) dengan sukarela dan sukacita.

Dukungan masyarakat Sulsel kepada Sean, tentu bukan sekedar perasaan kedaerahan/kesukuan yang berlebihan (primordialisme). Sean, yang pernah masuk 12 besar Akademi Fantasi Indosiar 2006 Junior, memang layak didukung karena memiliki kualitas suara yang merdu. Ketiga juri Idol juga mengakui kualitas Sean. Ahmad Dhani, Agnes Monica, dan Anang Hermansyah memprediksi Sean melaju ke babak grand final Indonesian Idol 2012 karena Sean (dan Regina) dinilai punya kemampuan teknis bernyanyi yang baik. Hasilnya, benar. Sean dan Regina masuk babak grand final Indonesian Idol 2012. Selamat Sean dan Regina. Luar biasa kasih Tuhan dan berkat-Nya.

***

Satu Tanggapan

  1. Copas Klarifikasi Ayah Sean di FB (soal kekecewaan fber Toraya karena merasa tidak dihargai)

    Henny Napitupulu

    Salama’ lako mentu’ kita sola nasang,….

    Perkenalkan, saya Pdt. Yoce D. Matthews (Taruk La’Bi’), Ayah dari Kamasean Y. Matthews (SEAN).

    Saya ingin menyampaikan terima kasih pada Sangtorayan dan masyarakat Sulsel yang telah mendukung SEAN selama ini. Semakin dekat ke puncak, biasanya angin semakin kencang dan oksigen semakin tipis,…jadi tantangan memang semakin berat. Itulah yang dihadapi SEAN sekarang ini. Mengenai pernyataan yang mengatakan saya hanya mengakui dukungan dari sumatera dan Bali dan tidak menyebutkan dukungan dari Toraja dan Sulsel sama sekali, saya hanya bisa tersenyum menanggapinya karena hal tersebut benar-benar tidak beralasan. Saya tidak tahu dari mana media tersebut dapat sumber ya? Mungkin kalau yang menulis di grup ini tahu, bisa tolong hubungi ke saya ya kapan wawancarnya dan dilakukan di mana? Serta ada bukti authentic suara atau rekaman video wawancara tersebut. Sangat mudahkan? Yang saya tahu kalau kami ucapkan terima kasih itu adalah begini: Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungannya pada SEAN dari Sabang sampai Merauke, dari Talaud sampai Timor, secara khusus kepada masyarakat Toraja dan Sulawesi Selatan dan Masyarakat Batak dan Sumatera Utara dari mana Sean berasal.

    Jadi saya harap karena saudara-saudara telah membaca pernyataan langsng dari saya, maka saya harap saudara Sangtorayan dan masyarakat Sulsel di seluruh Indonesia dan dunia khususnya yang ada dalam grup ini dapat terus berdoa buat SEAN agar dia tetap fit dan dapat memberikan penampilan terbaik dalam Final hari Sabtu nanti, serta meneruskan dukungannya lewat SMS sehingga hasilnya dapat maksimal.

    Dan jika ada berita-berita yang kurang enak bagi kita mengenai kami sekeluarga, tolong supaya diklarifikasi pada kami terlebih dahulu agar tidak muncul praduga-praduga yang tidak tepat.

    Kiranya sukacita dan damai sejahtera dari Tuhan kita Yesus Kristus yang melampaui segala akal, senantiasa menyertai dan memenuhi hati kita semua.

    Salama’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s