KEMENANGAN VIA SALIB

KEMENANGAN VIA SALIB

salib pmtSalib (Yunani: σταυρος stauros), menurut Kamus Gering, adalah tiang gantungan dari kayu, yang bentuknya bermacam-macam. Biasanya diiringi dengan siksaan-siksaan yang amat kejam dan ngeri. Salib, menurut kamus BIS (Bahasa Indonesia Sehari-hari), adalah palang kayu yang besar yang dipakai untuk menggantung orang yang sudah dijatuhi hukuman mati pada zaman kerajaan Roma.
Dalam Kamus Haag, salib sudah dikenal di Babilon, Meksiko, Mesir (salib engsel), di Jerman (salib roda matahari), sebagai tanda, simbol atau perhiasan. Salib sebagai alat siksaan sudah dikenal di Persia dan berkembang di Timur Tengah pada zaman kekaisaran Romawi. Salib, secara metaforis, menjadi identitas umat Kristen dalam sengsara mengikut Tuhan, sebagai penyangkalan diri, sebagai kehinaan dan penderitaan.
Salib ini menjadi berita para rasul, sebagai kekuatan Allah (1Kor 1:18). Berita tentang salib ini merupakan batu sandungan bagi orang-orang Yahudi dan menjadi kebodohan bagi orang-orang bukan Yahudi. Salib bagi orang percaya merupakan kekuatan Allah. Kita yang percaya kepada berita salib, memperoleh bagian kemenangan bersama Kristus. Beberapa hal yang menjadi bagian kemenangan bersama Kristus adalah sebagai berikut.

Kemenangan Via Salib
1. Kemenangan dari kutukan
Orang Yahudi mengenal istilah “kutuk” (Yunani: καταρα katara). Bagi orang Ibrani, sama seperti satu kata bukanlah hanya suara di bibir saja, melainkan pengantar atau alat yg disuruh pergi, demikianlah kutuk yg diucapkan menjadi alat untuk merugikan. Dalam perkara rohani, kutukan merupakan hukuman karena tidak mampu mentaati hukum taurat.
Yesus Kristus “telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” (Gal 3:13). Ungkapan ini mau menegaskan bahwa bagi orang yang menyerahkan dirinya kepada Kristus, ketidakmampuannya mentaati hukum taurat telah mendapatkan hukuman/celaka/kebinasaan. Yesus telah menanggung dosa dan maut itu. Kutuk tidak lagi menjadi ancaman bagi orang percaya. Kutuk itu telah dipatahkan Yesus melalui salib. Kutuk/maut itu sirna, berlalu, menjadi usang. Kini kita beroleh berkat, bukan kutuk, karena salib Kristus.

2. Kemenangan atas perseteruan
Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, hubungan harmonis dengan Allah terputus, terjadi perseteruan (Yunani: εχθρα echthra, bisa berarti seteru/musuh/lawan/konflik/kebencian). Manusia menjadi lawan Allah atau senantiasa terjadi konflik. Pemberian hukum taurat tidak dapat melenyapkan perseteruan ini. Manusia gagal memenuhi hukum taurat. Manusia gagal membina hubungan harmonis kembali dengan Allah.
Salib merupakan pendamaian antara manusia dengan Allah. Ini inisitif Allah sendiri. Tujuannya supaya manusia kembali memiliki hubungan harmonis dengan Allah dan sesamanya. Perseteruan dilenyapkan melalui salib (Ef 2:16).
Perseturuan dilenyapkan dengan jalan pendamaian. Kala itu, pendamaian umumnya menggunakan darah hewan yang dikorbankan. Pendamaian kekal yang memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, ditempuh melalui pengorbanan darah Kristus di kayu salib (Kol 1:20). Pendamaian ini menciptakan manusia baru yang kembali akrab dengan Allah.

3. Kemenangan atas dosa
Dosa (Yunani:; αμαρτια hamartia), menurut Ensiklopedi Alkitab, adalah kegagalan, kekeliruan atau kesalahan, kejahatan, pelanggaran, tidak menaati hukum, kelaliman atau ketidakadilan. Dosa ialah kejahatan dalam segala bentuknya.Alkitab menggunakan beberapa istilah untuk dosa. Kata Ibrani yg paling umum ialah khatta’t , ‘awon, pesya ‘ra‘; dan kata Yunani ialah hamartia, hamartema, parabasis, paraptoma, poneria, anomia dan adikia. Ada beda pengertian terkandung dalam masing-masing istilah itu yg memantulkan berbagai segi, dan dari situ orang mengenali dosa. Dosa tidak pernah melulu hanya berupa tindak pelanggaran dengan sengaja. Setiap keinginan melakukan tindak kejahatan adalah lebih busuk daripada kejahatan itu sendiri. Perbuatan dosa adalah pertanda dari hati yg berdosa (Mr 7:20-23; Ams 4:23; 23:7).
Upah dosa adalah maut/kematian (Roma 6:23). Dosa sudah ada sebelum manusia (Adam) jatuh ke dalam dosa. Kuasa dosa itu telah ada di taman eden. Dosa adalah dosa, tidak ada dosa besar dan dosa kecil. Manusia gagal dalam kehidupannya untuk melepaskan diri dari dosa. Maut atau kebinasaan kekal menanti sebagai upahnya. Namun, salib telah menghilangkan kuasa dosa itu, sehingga kita tidak lagi menjadi hamba dosa (Roma 6::6). Yesus Kristus telah memikul dosa kita di dalam tubuhnya di kayu salib. Kematian dosa melalui salib ini memberikan kita kehidupan baru. Suatu kehidupan kekal. Kita dapat hidup dalam kebenaran yang dikehendaki Tuhan (1Petrus 2:24).

4. Kemenangan atas hukuman
Hukuman dijatuhkan terhadap orang yang melanggar hukum. Upaya ketat, disiplin rohani para Farisi, tidak berhasil mentaati seluruh hukum Allah. Hukum Allah adalah satu kesatuan yang mutlak ditaati. Gagal mentaati satu hukum Allah, berarti semua hukum yang berhasil ditaati tidak berarti. Kegagalan ini menjadi surat hutang dan menempatkan seseorang duduk sebagai terdakwa. Ancaman untuk mendapatkan hukuman selalu membayangi.
Salib Kristus telah menghapus surat hutang dan dakwaan yang mengancam itu. Surat hutang kita yang menjadi dalil dakwaan telah dipakukan pada kayu salib (Kol 2:14). Istilah yang digunakan “menghapuskan” (Yunani: εξαλειφω exaleipho) berarti surat utang yang ada itu telah dibatalkan atau dihancurkan. Kita memang memiliki surat hutang, sebagai orang berhutang, tetapi melalui salib Kristus, surat hutang kita telah dihapuskan. Yesus telah meniadakannya. Kata “meniadakan” (αιρω airo) dipahami sebagai tindakan “mengambil”. Yesus mengambil surat hutang kita dengan cara memakukannya pada kayu salib. Pengikut Kristus tidak lagi berada dalam bayang-bayang ancaman. Kita bisa hidup tentram, tidur tenang, bekerja/beraktifitas secara tenang tanpa takut ancaman hukuman.
===========================
*Tulisan ini telah dimuat dalam Multymedia PPGT Jemaat Tamalanrea edisi April-Mei 2014,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s