Damai Sejahtera

Damai Sejahtera*

Damai Sejahtera 

“Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu” (Yoh 20:21).

Secara umum, damai sejahtera (Ibrani: Syalom; Yunani: Eirene) dipahami sebagai kehidupan yang damai, sejahtera, serasi, tertib, utuh, dan selamat. Ketika kita bisa istirahat dengan tenang, tanpa rasa was-was, tanpa takut terkejut, tanpa terasa terancam, maka kita sedang mengalami “syalom” (damai sejahtera). Ketika kita bekerja dan menikmati hasil kerja kita dengan kenyang, maka kita juga sedang mengalami “syalom”. Ketika kita hidup tanpa permusuhan, ini juga syalom. Ketika kita hidup secara tertib, tanpa kekacauan, kita dalam keadaan syalom. Ketika terjadi kecelakaan dan yang bersangkutan dalam kecelakaan selamat, ia mengalami syalom. Ketika menyapa seseorang, berarti kita menghadirkan syalom. Ketika kita berharap atau mendoakan seseorang, berarti kita menyatakan syalom atas orang itu. Ketika panitia/tim/pengurus pemuda bersatu, ada keutuhan, berarti para pemuda tersebut sedang mengalami syalom. Baca lebih lanjut

Menguasai Diri dalam Perlombaan Iman

Bahan PA PWGT Jemaat Tamalanrea 13-18 April 2015

cartoon-runningMenguasai Diri dalam Perlombaan Iman

(I Korintus 9:24-27)

Pembimbing

Istilah “menguasai” diterjemahkan dari bahasa Yunani “egkrateuomai” yang dapat berarti: menguasai/mengekang diri, menghindari (tindakan jahat). Ada dua aspek yang perlu diperhatikan dalam rangka menguasai diri.

Pertama, aspek internal, kita perlu alat kontrol dalam diri kita sendiri. Alat kontrol itu adalah firman Tuhan yang terinternalisasi menjadi nilai yang kita anut. Misalnya, firman Tuhan melarang kita menjadi saksi dusta. Jika firman itu terinternalisasi (terhayati) menjadi nilai dalam diri kita, maka kita akan mengekang bibir kita untuk tidak membicarakan hal-hal yang kebenarannya belum teruji. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: