Damai Sejahtera

Damai Sejahtera*

Damai Sejahtera 

“Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu” (Yoh 20:21).

Secara umum, damai sejahtera (Ibrani: Syalom; Yunani: Eirene) dipahami sebagai kehidupan yang damai, sejahtera, serasi, tertib, utuh, dan selamat. Ketika kita bisa istirahat dengan tenang, tanpa rasa was-was, tanpa takut terkejut, tanpa terasa terancam, maka kita sedang mengalami “syalom” (damai sejahtera). Ketika kita bekerja dan menikmati hasil kerja kita dengan kenyang, maka kita juga sedang mengalami “syalom”. Ketika kita hidup tanpa permusuhan, ini juga syalom. Ketika kita hidup secara tertib, tanpa kekacauan, kita dalam keadaan syalom. Ketika terjadi kecelakaan dan yang bersangkutan dalam kecelakaan selamat, ia mengalami syalom. Ketika menyapa seseorang, berarti kita menghadirkan syalom. Ketika kita berharap atau mendoakan seseorang, berarti kita menyatakan syalom atas orang itu. Ketika panitia/tim/pengurus pemuda bersatu, ada keutuhan, berarti para pemuda tersebut sedang mengalami syalom.

                Secara khusus, damai sejahtera adalah suatu kehidupan yang terpaut pada Kristus. Kendati ada ancaman, namun tidak merasa terancam. Kendati mengalami banyak kekurangan, namun tetap berkemurahan. Kendati dimusuhi, bukan bermusuhan, namun tetap mengasihi. Kendati keadaan tidak aman, namun tetap merasa aman dalam Kristus. Kendati ada dukacita, namun tetap ada sukacita iman. Kendati sakit, namun tetap merasakan kasih karunia. Damai sejahtera ini tidak ditentukan oleh makanan, pakaian, atau asesoris kehidupan lainnya yang kita miliki. Damai sejahtera ini juga tidak ditentukan oleh keadaan (situasi dan kondisi) yang aman. Damai sejahtera ini ditentukan oleh Kristus yang diimani sebagai Tuhan dan Juruselamat.

                Gereja Toraja adalah persekutuan orang percaya yang terus diutus membawa “Damai Sejahtera bagi Semua” (ini visi Gereja Toraja). Ini berarti, setiap anggota Gereja Toraja adalah penerima damai sejahtera Kristus dan utusan pembawa damai sejahtera Kristus bagi semua.

                Adanya kecemasan terhadap geng motor, pencuri, perjudian, perkelahian, narkoba, dll., menegaskan visi Gereja Toraja, secara kelembagaan (BPS, BPK, BPM/Jemaat) maupun secara pribadi anggota Gereja Toraja belum tercapai.

                Pemuda Gereja Toraja, secara organisasi/PPGT maupun secara pribadi, masih bergumul untuk mencapai visi ini. Kita masih bergumul untuk terus menghayati damai sejahtera itu dalam diri kita. Damai sejahtera secara internal ini mutlak ditanamkan dalam diri para pemuda. Kedamaian diri ini akan membawa kita pada kedamaian eksternal, damai dengan orang lain.

                Damai sejahtera secara internal terjadi ketika kita menginternalisasi firman Tuhan menjadi nilai diri kita. Damai sejahtera eksternal terjadi ketika kita hidup tanpa permusuhan atau merusak orang lain, dan ciptaan lainnya.

Sobat muda, damai sejahtera itu soal internal dan eksternal. Tuhan memberkati. (Medio April, by PMT).

===========

*ditulis untuk Media Exodus PPGT Klasis Makassar, edisi April 2015.

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: