KEMENANGAN VIA SALIB

KEMENANGAN VIA SALIB

salib pmtSalib (Yunani: σταυρος stauros), menurut Kamus Gering, adalah tiang gantungan dari kayu, yang bentuknya bermacam-macam. Biasanya diiringi dengan siksaan-siksaan yang amat kejam dan ngeri. Salib, menurut kamus BIS (Bahasa Indonesia Sehari-hari), adalah palang kayu yang besar yang dipakai untuk menggantung orang yang sudah dijatuhi hukuman mati pada zaman kerajaan Roma.
Dalam Kamus Haag, salib sudah dikenal di Babilon, Meksiko, Mesir (salib engsel), di Jerman (salib roda matahari), sebagai tanda, simbol atau perhiasan. Salib sebagai alat siksaan sudah dikenal di Persia dan berkembang di Timur Tengah pada zaman kekaisaran Romawi. Salib, secara metaforis, menjadi identitas umat Kristen dalam sengsara mengikut Tuhan, sebagai penyangkalan diri, sebagai kehinaan dan penderitaan.
Salib ini menjadi berita para rasul, sebagai kekuatan Allah (1Kor 1:18). Berita tentang salib ini merupakan batu sandungan bagi orang-orang Yahudi dan menjadi kebodohan bagi orang-orang bukan Yahudi. Salib bagi orang percaya merupakan kekuatan Allah. Kita yang percaya kepada berita salib, memperoleh bagian kemenangan bersama Kristus. Beberapa hal yang menjadi bagian kemenangan bersama Kristus adalah sebagai berikut. Baca lebih lanjut

Klasifikasi Peraturan: Perintah, Larangan, dan Dizinkan

Klasifikasi Peraturan: Perintah, Larangan, dan Dizinkan

(UU No. 32 Tahun 2004, Perpu No. 3 Tahun 2005/UU No. 8 Tahun 2005)

I.    Klasifikasikan Peraturan (pasal/ayat) sebagai Perintah, terhadap siapa diperintahkan, apa yang diperintahkan, di mana dan kapan diperintahkan?

1.1   Pasal/ayat sebagai Perintah: Pasal 5:1-5 Baca lebih lanjut

Kemandirian Yudisial

Kemandirian Yudisial: Mahkamah Agung dan Pilkada Sulsel

(Tulisan disalin ulang dari tugas Mata Kuliah Kemandirian Yudicial pada Pascasarjana Hukum UKIP Makassar, sebelum Mahkamah Agung memutuskan PK KPUD Sulsel).

 

Daftar Isi

I.   Pendahuluan

1. Latar Masalah

2. Rumusan Masalah          Baca lebih lanjut

Pengertian Hukum Menurut 50 Pakar

Pengertian Hukum Menurut 50 Pakar

  1. Baruch Spinoza: Hukum adalah hukum kodrat sebagaimana yang diterapkan pada manusia tidak didasarkan nalar yang benar, hal itu merupakan suatu pencerminan dari hukum.
  1. Piere Dubois: Hukum adalah sesuatu aturan yang harus diterima secara terus-menerus dan bukan sesuatu yang statis.
  1. Puchta: Hukum adalah merupakan pencerminan dari jiwa rakyat, hukum tumbuh bersama-sama dengan pertumbuhan rakyat dan menjadi kuat bersama-sama  kekuatan rakyat dan pada akhirnya  ia mati jika bangsa itu kehilangan kebanggaannya. Baca lebih lanjut

MODEL TEOLOGI BIBLIKA (DOING BIBLICAL THEOLOGY)

MODEL TEOLOGI BIBLIKA (DOING BIBLICAL THEOLOGY)*

 

James Barr, salah teolog yang terkenal dalam abad ke-20, telah mengemukakan mengenai model dalam teologi biblika dengan menyorot pandangan Manfred Oeming menyangkut pemikiran Gerhard von Rad. Uraian berikut adalah dikutip dari buku karangan James Barr, The Concept of Biblical Theology. An Old Testament Perspective.

            Menurut  Manfred Oeming, berkaitan dengan pengembangan teologi biblika maka salah satu nama yang patut disebut adalah Gerhard von Rad. Bagi Oeming, Gerhard von Rad mengembangkan 4 model teologi (biblika).[1]

1. Model Sejarah Perjanjian (The promise-history model). Baca lebih lanjut

TEOLOGI RELIGONUM C. GROENEN: KESELAMATAN TIDAK ADA DALAM NAMA LAIN MANAPUN

TEOLOGI RELIGONUM C. GROENEN: KESELAMATAN TIDAK ADA DALAM NAMA LAIN MANAPUN

 

 “Dan keselamatan (swthri,a – soteria) tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama (o;noma – onoma) lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan ( swqh/nai – sothenai)” (Kis.  4:12).

 Pada awalnya, pendekatan teologi Kristen terhadap agama-agama lain bersifat negatif, polemis, apologetis, dan agresif. Sekarang, pendekatan teologi Kristen umumnya secara positif—secara resmi melalui World Council of Churches, pemimpin gereja Katolik—di mana agama lain punya peranan positif dalam tata penyelamatan. Orang beragama lainnya dapat selamat bukan kendati agamanya, melainkan berkat agamanya.

I. PERMASALAHAN

– Apa peranan agama Kristen dalam tata penyelamatan?

– Dalil klasik “Extra Ecclesiam Nulla Salus” (diluar gereja tidak ada keselamatan), adagium (pepatah/pribahasa) ini semakin direlativasikan, diperlemah dan akhirnya dikosongkan.

– Dalam adagium EENS muncul adagium “extra Yesum Christum Nulla Salus” (Diluar Yesus Kristus tidak ada keselamatan). Adagium inipun kini tersimpan diperpustakaan sebagai “curiosum-pujian?” dari masa yang lampau.

II. YESUS KRISTUS JURUSELAMAT UNIVERSAL? Baca lebih lanjut

PEMIKIRAN TH SUMARTANA TENTANG RE-KRISTOLOGI UNTUK MENYONGSONG DIALOG KRISTEN-ISLAM DI INDONESIA

PEMIKIRAN TH SUMARTANA TENTANG RE-KRISTOLOGI UNTUK MENYONGSONG DIALOG KRISTEN-ISLAM DI INDONESIA

 (Th. Sumartana: Direktur Institut Dian/Interfidei, Yogyakarta. Praktisi Dialog Antar-umat Beragama)

I. Pendahuluan

            Sumartana berpendapat bahwa  pemikiran keagamaan di Indonesia sedang mencari formatnya yang lebih memadai untuk menjawab tantangan-tantangan yang spesifik. Konteks kehidupan masyarakat Indonesia merupakan konteks di mana Kristen dan Islam mempertaruhkan inti-inti ajarannya untuk hadir secara utuh dan menyeluruh dalam gerak hidup yang secara khusus memberi corak kepada interaksi kedua agama tersebut di tengah masyarakat.

Sumartana menyebutkan dua ciri yang setidak-tidaknya akan selalu memberi warna: pergulatan dengan masalah pembangunan, dan pluralisme budaya dan agama. Pertama, Persoalan dengan masalah pembangunan adalah bagaimana tempat dan sumbangan agama Kristen-Islam dalam konteks kolektif yang besar untuk menegakkan nilai-nilai kemanusiaan? Konteks kolektif tersebut, yaitu: kemiskinan, tidak berpengharapan, kerusakan lingkungan, ketidakadilan, marjinalisasi dan diskriminasi hak asasi dalam kehidupan budaya, politik, ekonomi, sosial dan agama. Kedua, Persoalan  Pluralisme – keanekaragaman yang masih dalam proses integrasi selaku masyarakat masih dalam tahap formatif.

II. Kristus dan Muhammad

Yesus dan Muhammad merupakan tokoh yang melahirkan agama besar di dunia, Kristen dan Islam. Keberhasilan kedua tokoh ini dalam merumuskan dan mengarahkan pemahaman kehidupan yang benar-benar mendasar bagi manusia. Baca lebih lanjut

TEOLOGI RELIGIONUM HENRI TEISSIER: DEMI KESAKSIAN KRISTEN DI TENGAH-TENGAH MEREKA YANG HENDAK TINGGAL SEBAGAI ‘BUKAN KRISTEN’

Teologi Religionum Henri Teissier:

DEMI KESAKSIAN KRISTEN DI TENGAH-TENGAH MEREKA  YANG HENDAK TINGGAL SEBAGAI ‘BUKAN KRISTEN’

             Persoalan penting yang dikemukakan Henri Teissier dalam tulisan ini adalah: bagaimanakah memperdamaikan keyakinan kita bahwa “di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kis. 4:12), dan keinginan kita untuk menghormati keterikatan para pendengar kita yang beragama Islam kepada suatu tradisi keagamaan yang lain?

I. Perkembangan Hubungan

            Teissier berpendapat bahwa perkembangan hubungan antara lingkaran-lingkaran kebudayaan dapat menentukan kelahiran suatu tahap yang baru dalam sejarah kesaksian kristen. Tahap yang baru tersebut adalah:

1. Berkembangnya suatu theologi mission, yang memperhatikan satu tipe gereja-gereja katekumenal. Ini terjadi sebagai konsekuensi pertemuan kekristenan dengan agama-agama lain dalam sejarah. Pada abad 16-19, penginjilan Eropa ditujukan pada bangsa-bangsa lain, dan melahirkan generasi baru Kristen dalam bangsa itu. Kehadiran generasi Kristen baru dalam bangsa non-Eropa ini, dalam lingkungan kebudayaan baru, melahirkan juga theologi mission yang memperhatikan tipe gereja katekumenal. Baca lebih lanjut

Perayaan dan Ibadah 100th IMT GTJpank

Gallery Perayaan & Ibadah 100th IMT GT-Jpank

Perayaan 100th IMT

Obor (simbol terang Injil Kristus) disambut dengan sukacita oleh Jemaat Panakkukang, 22 Maret 2013. Rombongan pengantar dari Jemaat Bara-baraya dipimpin oleh Pdt Taruk Banni. Sambutan sukacita bernuansa etnik: music bambu, tarian paduppa’, tarian pa’gellu’, ma’parapak oleh bapak Pirri’. Perayaan dilanjutkan dengan pelepasan balon 100th IMT bertuliskan “100th IMT, siap tingkatkan kualitas pelayanan-persekutuan-kesaksian”, laporan Panitia Jemaat oleh bapak Benyamin Lintin, sambutan dari Panitia 100th IMT Wilayah Makassar oleh bapak Simon Lopang, sambutan BPKM oleh Ketua I, Pdt Yuliaty Mangape, sambutan BPMJP oleh bapak Aris S Pabotak, dan sambutan Wakil Walikota, Supomo Guntur. Parade puji-pujian dibawakan oleh Paduan Suara Baca lebih lanjut

GEREJA DAN HUKUM PAJAK/RETRIBUSI

GEREJA DAN HUKUM PAJAK/RETRIBUSI*

Salah Satu Jemaat dari 1006 Jemaat-GT

I. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Objek Pajak Yang Tidak Dikenakan PBB (UU 12/1985 diubah UU 12/1994), yaitu:

  1. Digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum dibidang ibadah, sosial, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan nasional yang tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan, seperti mesjid, gereja, rumah sakit pemerintah, sekolah, panti asuhan, candi.
  2. Digunakan untuk kuburan, peninggalan purbakala atau yang sejenis dengan itu.
  3. Merupakan hutan lindung, suaka alam, hutan wisata, taman nasional, tanah penggembalaan yang dikuasai oleh desa, dan tanah negara yang belum dibebani suatu hak.
  4. Digunakan oleh perwakilan diplomatik berdasarkan asas perlakuan timbal balik.
  5. Digunakan oleh badan dan perwakilan organisasi internasional yang ditentukan oleh Menteri Keuangan.

Simpulan: Gedung Gereja tidak kena Pajak PBB

II. Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPhTB) Baca lebih lanjut