Kebutuhan Air Minum dan Air Hidup

Kebutuhan Air Minum dan Air Hidup

Air Minum dri Gunung Batu “Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: “Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?  (Keluaran 17:3)

“…tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” (Yohanes 4:14)

 

Reaksi orang ketika mengalami kekurangan menunjukkan kualitas imannya. Kebanyakan orang yang dipimpin (umat) bersungut-sungut dan mempersalahkan sesamanya ketika ia mengalami kekurangan. Namun, seorang yang berjiwa pemimpin (Musa) berseru kepada Tuhan ketika mengalami kekurangan.

Air minum adalah kebutuhan manusia, ternak, dan tanaman. Air minum mewakili apa yang kita butuhkan di dunia ini. Kekurangan sesuatu yang Baca lebih lanjut

Iklan

HIDUP KEKAL

Hidup Kekal

 

Dalam kitab Mrk 10:17 dikatakan: “Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: ‘Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?’”. Kemudian Mrk 10:23: “Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: ‘Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah’”. Ungkapan ‘hidup kekal’ disamakan dengan ‘masuk Kerajaan Allah’. Hidup kekal adalah anugerah yang diberikan kepada kita berdasarkan karya Yesus Kristus. Kehidupan kekal atau keselamatan tersebut telah berlangsung dan kita nikmati sejak kedatangan Yesus Kristus, kesempurnaannya pada saat Yesus datang kedua-kalinya. Mengenai keselamatan hidup kekal dalam Kerajaan Allah ini, sebaiknya kita perhatikan pernyataan Niftrik dan Boland (1993:537-539):

Baca lebih lanjut

KERAJAAN SORGA/ALLAH

Kerajaan Sorga/Allah

malekhut syamayim  ~yIm;v’  tWkl.m;.

 

Salah satu konsep gerakan-gerakan dari peta politik umat Israel adalah mengenai konsep Kerajaan Sorga[1] – malekhut syamayim  ~yIm;v’  tWkl.m;.  Umat Israel menggunakan kata “Kerajaan Sorga” dimengerti sebagai ungkapan “Kerajaan Allah”, seringkali kata Allah dan Sorga dianggap sama,–umat menghindari perkataan Allah, karena nama itu dianggap kudus dan tidak boleh diucapkan secara sembarangan. Konsep Kerajaan Sorga dapat dikatakan sebagai ideologi pengharapan umat Israel.

Baca lebih lanjut